Bacatrend, SURABAYA – Ketika Indonesia bersiap menyongsong babak baru dengan berfungsinya Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028, Jawa Timur tampil sebagai poros strategis yang bukan sekadar simpul logistik, tetapi juga penjaga denyut sejarah dan identitas nasional. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan pandangan akhir terhadap Raperda RPJMD Provinsi Jawa Timur 2025–2029.

Logo Surya Majapahit kini diangkat sebagai simbol Gerbang Baru Nusantara. “Lambang ini bukan sekadar ornamen. Surya Majapahit adalah simbol kejayaan peradaban yang diwariskan sejak era Brawijaya I sampai Brawijaya V,” kata Khofifah.

Logo tersebut telah melalui kajian historis bersama akademisi dan sejarawan. Ia menjadi titik tolak narasi pembangunan Jawa Timur sebagai halaman depan IKN dan episentrum identitas kebangsaan.

Lebih dari 50 persen jalur tol laut nasional melewati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menjadikannya simpul vital bagi pergerakan barang dan bahan pokok dari kawasan timur Indonesia. “Dari 36 hingga 39 jalur tol laut, 19 melintasi Surabaya,” ungkap Khofifah.









Dalam pemetaan dagang antarprovinsi, Jawa Timur telah membangun kemitraan dengan 20 provinsi di Indonesia Timur. Nilai perdagangan antarwilayah pada 2024 mencapai Rp214 triliun, mencerminkan kedalaman konektivitas dan kebutuhan riil masyarakat timur.

Di sektor pertanian, Jawa Timur mengukir kontribusi nasional sebagai daerah dengan Luas Tanam Tertinggi (LTT) dan produksi padi terdepan. Pada subsektor perkebunan, produksi gula tebu di Jatim telah menyentuh angka 20 ton per hektare, jauh melampaui rata-rata nasional yang masih di angka 5 ton.

Tak ketinggalan sektor peternakan, Jawa Timur menjadi pusat utama produksi daging ayam, sapi, telur, dan jagung. Seluruh data ini akan disinkronkan dalam RPJMD sebagai landasan pembangunan inklusif yang berpihak pada sektor riil dan kesejahteraan rakyat.

Gagasan Gerbang Baru Nusantara tak hanya bergulir di ruang pemerintahan, tapi juga di forum-forum akademik. Setelah diskusi lintas kampus digelar di Universitas Airlangga Maret lalu, forum lanjutan dijadwalkan berlangsung September 2025 dengan melibatkan perguruan tinggi di seluruh Jawa Timur, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Insya Allah, kita akan mendalami gagasan ini secara komprehensif, termasuk nilai-nilai Tanhana Dharma Mangrwa dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kebangsaan,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal ekonomi atau infrastruktur, melainkan tentang bagaimana Jawa Timur menyambungkan pelabuhan dan logistik dengan semangat kebangsaan serta sejarah kejayaan Nusantara.