Hi-Tech Mall Reborn, Episentrum Kreativitas Baru dari Kota Pahlawan
Bacatrend, Surabaya – Gedung tua yang pernah dikenal sebagai pusat teknologi Surabaya kini kembali bergeliat. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak di kawasan eks Hi-Tech Mall—sebuah langkah awal menuju transformasi besar yang digadang-gadang bakal menghidupkan kembali denyut industri kreatif kota ini.
Dengan semangat menggelegak, Eri menyampaikan ambisinya: mengubah setiap sudut dan lantai gedung menjadi ruang ekspresi anak muda. “Bukan sekadar renovasi,” katanya, “ini soal menciptakan pusat semesta baru bagi komunitas, seniman, gamer, dan wirausaha muda.”
Rencana besar itu tak main-main. Bagian depan gedung akan dibongkar untuk menciptakan plaza publik yang multifungsi—tempat konser, ruang makan terbuka, hingga kantong aktivitas bagi pedagang kaki lima yang selama ini beroperasi di sekitar area tersebut.
Revitalisasi dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas lokal. Basement akan disulap menjadi atrium event dan zona niaga komunitas; Lantai Dasar tetap mempertahankan identitasnya sebagai markas IT dan game development, dengan studio-studio kecil bagi pengembang lokal yang haus panggung.
Sementara Lantai 1 diproyeksikan menjadi rumah bagi dunia visual dan desain. Lantai 2 akan menjadi panggung seni pertunjukan: tari, teater, dan aktivitas budaya lainnya. Dan Lantai 3? Sebuah ruang rekreasi yang menggabungkan olahraga dan hiburan—sportainment indoor, konsep yang sedang dikembangkan bersama investor swasta.
Bekas ruang bioskop pun tidak dilupakan. Ia akan tetap hidup, sebagai layar lebar untuk film-film karya sineas muda, lengkap dengan loket tiket langsung di lokasi—sebuah cara Kota Pahlawan merangkul seni layar tanpa melupakan akarnya.
Tak hanya ruang kreatif, Hi-Tech Mall akan didukung fasilitas esensial: musala di setiap lantai, satu musala utama untuk salat Jumat, serta zona kuliner (FnB) di berbagai titik—dirancang agar pengunjung tak perlu meninggalkan gedung demi mencari rasa.
Aktivitas ekonomi pun diperkirakan akan melonjak. Eri yakin, geliat ekonomi di lokasi itu akan menarik bank-bank untuk hadir secara organik. “Kalau tempatnya hidup, transaksi juga akan tumbuh. Mereka pasti datang,” ujarnya optimistis.
Soft launching untuk area basement dan lantai dasar ditargetkan pada Juli–Agustus 2025. Untuk area lainnya, terutama lantai atas, investor akan dilibatkan demi percepatan realisasi.
Yang tak kalah menarik, Pemkot juga menyiapkan ruang luar gedung yang meniru semangat Sarinah Jakarta—ruang terbuka untuk UMKM yang dikurasi, memadukan estetika kota dengan semangat kewirausahaan.
“Kita bukan cuma bikin tempat. Kita bangun ekosistem. Saya siapkan ruangnya, eskalatornya, liftnya, bahkan namanya akan dipilih lewat sayembara rakyat,” kata Eri, yang akrab disapa Cak Eri. “Sekarang giliran kalian yang menghidupkannya.”











Tinggalkan Balasan