Kenapa Indonesia Masih Impor Beras dan Jagung dari AS? Ini Jawaban Pemerintah
Bacatrend, Jakarta – Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan alasan pemerintah membuka impor beras sebanyak 1.000 ton dari Amerika Serikat. Menurutnya, kebijakan ini bukan untuk kebutuhan konsumsi massal, melainkan khusus untuk beras klasifikasi tertentu.
“Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,” kata Haryo dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian.
Haryo menambahkan, dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak pernah melakukan impor beras dari AS. Volume impor kali ini hanya 1.000 ton, jumlah yang sangat kecil dibandingkan total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,69 juta ton. Secara persentase, alokasi tersebut hanya sekitar 0,00003 persen dari produksi nasional.
Selain beras, Indonesia juga membuka akses impor jagung dari AS dengan volume tertentu setiap tahun. Jagung impor ini ditujukan khusus untuk bahan baku industri makanan dan minuman (MaMin).
“Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri makanan dan minuman dengan volume tertentu per tahun,” jelas Haryo.
Kebutuhan jagung untuk industri MaMin pada 2025 diperkirakan mencapai 1,4 juta ton. Produk jagung asal AS dinilai memiliki spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut.
Industri makanan dan minuman sendiri memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, sektor ini menyumbang 7,13 persen terhadap PDB, berkontribusi 21 persen dari total ekspor non-migas senilai USD 48 miliar, serta menyerap tenaga kerja hingga 6,7 juta orang.
“Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri MaMin,” tambah Haryo.
Kebijakan impor ini mencerminkan strategi pemerintah menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan domestik dan kebutuhan bahan baku industri yang berorientasi ekspor.












Tinggalkan Balasan