Komisi XII DPR RI Dukung Kerja Sama Nuklir Indonesia–AS melalui Program FIRST
Bacatrend, Jakarta – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan dukungan terhadap kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam pengembangan energi nuklir. Kerja sama ini dilakukan melalui skema government to government (G to G), khususnya dalam kerangka Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST).
“Komisi XII DPR RI mendukung peluang kerja sama nuklir melalui Program FIRST,” kata Bambang dalam keterangannya di Jakarta.
Bambang menjelaskan bahwa dirinya baru saja menerima pertemuan dengan Konselor untuk Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jonathan Habjan. Dalam pertemuan itu, Habjan menyampaikan penjelasan awal mengenai program FIRST sebagai bentuk dukungan Pemerintah Amerika Serikat dalam menyiapkan pengembangan teknologi nuklir secara aman, bertahap, dan bertanggung jawab.
Menurut penjelasan yang disampaikan, program FIRST bukanlah proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Program ini lebih berfokus pada tahap kesiapan awal, yang mencakup penguatan kebijakan, kerangka regulasi, kapasitas kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta kajian keselamatan, keamanan, dan non-proliferasi.
Program tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi Small Modular Reactor (SMR), yang dianggap lebih fleksibel dan aman dibandingkan reaktor konvensional. Dengan adanya dukungan ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat fondasi regulasi dan kapasitas SDM sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik reaktor.
Dukungan DPR RI terhadap program FIRST menunjukkan komitmen politik dalam memastikan pengembangan energi nuklir dilakukan secara hati-hati dan sesuai standar internasional. Kerja sama ini juga menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk membuka peluang pemanfaatan energi nuklir sebagai alternatif energi bersih di masa depan.












Tinggalkan Balasan