Bacatrend, Surabaya – Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dan mengembangkan gerakan wakaf sebagai bentuk filantropi sosial.

Semangat ini tercermin dalam kegiatan bertajuk “Harmoni Umat Beragama Jawa Timur dan Kick Off Wakaf Keabadian Cinta serta Wakaf Pelajar Madrasah Kota Surabaya” yang berlangsung di kawasan Royal Residence, Wiyung, Surabaya. Kawasan ini menjadi simbol kerukunan, dengan berdirinya enam rumah ibadah dari agama-agama besar di Indonesia secara berdampingan.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, Plt. Asisten I Setdaprov Jatim Imam Hidayat, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mengusung nilai cinta kasih dan keharmonisan lintas keyakinan. Ia menekankan bahwa rumah ibadah bukan hanya tempat ritual, tetapi juga pusat pembinaan moral dan penggerak kebaikan sosial.









“Lebih baik banyak rumah ibadah daripada rumah preman. Rumah ibadah adalah wujud cinta kasih para pemeluknya,” ujar Menag.

Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga keberagaman sebagai anugerah Tuhan, seraya meneladani sikap Nabi Muhammad SAW yang penuh penghormatan dan kepedulian terhadap umat lain.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah, terdiri dari warna-warni perbedaan. Jika kerukunan ini terus dijaga, kita bisa menjadi contoh bagi dunia,” tambahnya.

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad turut mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya atas dukungannya terhadap gerakan wakaf. Ia menekankan bahwa wakaf adalah bentuk nyata solidaritas sosial yang harus dikelola dengan baik agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Akhmad Sruji Bahtiar menyoroti pentingnya merawat keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Ia menyebutkan bahwa berdirinya enam rumah ibadah dalam satu kawasan adalah bukti nyata bahwa perdamaian bisa diwujudkan.

“Kami menargetkan peluncuran program wakaf bagi calon pengantin dan pelajar di 37 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur, dengan minimal Rp10 ribu per pasangan. Ini adalah bentuk cinta yang abadi,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Agama dalam menjadikan Surabaya sebagai Kota Wakaf. Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada akidah dan moral warganya.

“Surabaya akan menjadi kota yang kuat dan penuh berkah jika umatnya memiliki akidah yang kokoh, apapun agamanya,” tegas Eri.

Kegiatan ditutup dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Doa bersama ini menjadi simbol nyata bahwa cinta kasih dan kebaikan adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang damai dan bersatu.