Pascatragedi Al-Khoziny, Pemkab Ponorogo Audit Konstruksi 123 Pondok Pesantren
Bacatrend, Ponorogo — Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bergerak cepat menyusul insiden ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang menelan puluhan korban jiwa. Sebagai langkah preventif, Bupati Sugiri Sancoko mengumumkan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh pondok pesantren di wilayahnya.
Sebanyak 123 pesantren resmi di Ponorogo akan diperiksa secara teknis oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR). Fokus utama adalah bangunan bertingkat, terutama yang sedang atau akan dibangun, guna memastikan struktur konstruksi memenuhi standar keamanan.
“Kami akan panggil pengelola ponpes satu per satu dan cek langsung kondisi bangunannya. Tujuannya agar kejadian seperti di Sidoarjo tidak terulang,” ujar Bupati Sugiri.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang digagas Kementerian PUPR dan Kementerian Agama, yang akan menginspeksi 40.000 bangunan pesantren di seluruh Indonesia. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut bahwa prioritas pemeriksaan akan diberikan pada bangunan berlantai dua ke atas, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.
Aspek yang Diperiksa
Struktur bangunan: fondasi, material, dan ketahanan terhadap beban vertikal
Sarana keselamatan: ketersediaan APAR, sistem hidran, jalur evakuasi
Kesiapsiagaan bencana: pelatihan mitigasi untuk pengelola pesantren
Pendampingan teknis: wajib bagi pesantren yang sedang membangun
Sugiri juga menyoroti minimnya fasilitas keselamatan dasar di banyak pesantren. “Kelihatannya sepele, tapi APAR dan hydrant itu sangat penting. Kami akan data dan bantu penyediaannya,” tegasnya.
Selain audit bangunan, Pemkab Ponorogo mendorong pesantren untuk aktif dalam program lingkungan, seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah mandiri. “Ponorogo harus mencerminkan wajah kota santri yang sesungguhnya,” tambah Sugiri.











Tinggalkan Balasan