Pemkot Surabaya Bahas Strategi Hadapi Perubahan Regulasi Lewat FGD
Bacatrend, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi dan Dukungan Pemerintah Kota Surabaya dalam Menghadapi Dinamika Regulasi di Dunia Usaha”, Rabu (23/7), di Graha Sawunggaling.
Acara ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Anna Fajriatin, dan dihadiri oleh Kepala Disperinaker, Agus Hebi Djuniantoro, serta ratusan pelaku usaha dan perwakilan asosiasi.
Dalam sambutannya, Anna menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah bersama menghadapi berbagai tantangan regulasi.
“FGD ini menjadi wadah kolaborasi dan kontribusi dua arah. Pemerintah dan pelaku usaha harus berjalan beriringan, membentuk kekuatan bersama untuk pembangunan Surabaya,” ujarnya.
Ia juga mengajak para peserta menyampaikan masukan serta permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. “Pemkot tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari pelaku usaha sangat penting agar pelayanan kepada warga bisa lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Agus Hebi menjelaskan bahwa regulasi, baik di tingkat nasional maupun daerah, terus berkembang. Perubahan tersebut, seperti yang tertuang dalam UU Cipta Kerja, menuntut daerah untuk sigap menyesuaikan kebijakan.
“Perubahan kebijakan pusat memengaruhi dinamika lokal. Surabaya sebagai kota besar harus bisa menyesuaikan dengan cepat melalui kebijakan yang adaptif dan solutif,” terang Hebi.
Ia menambahkan, FGD ini bertujuan untuk memperkuat strategi pemerintah daerah dalam menyikapi perubahan regulasi, serta menjaring aspirasi dari dunia usaha.
Empat poin utama yang menjadi fokus diskusi yakni:
• Menyusun strategi responsif terhadap regulasi baru.
• Meningkatkan sinergi lintas sektor, termasuk OPD, mitra usaha, dan masyarakat sipil.
• Memetakan kebutuhan kebijakan serta sumber daya pendukung.
• Mendorong lahirnya terobosan kebijakan lokal yang sejalan dengan aturan nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari 466 pelaku usaha dan 34 perwakilan asosiasi. Dalam diskusi, mereka menyimak tiga materi utama.
Topik pertama tentang hubungan industrial yang adil dan dinamis disampaikan oleh Arif Sumanto, mediator dari Disnakertrans Jatim.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ignatia Martha Hendrati dari UPN “Veteran” Jawa Timur membahas arah pembangunan ekonomi Surabaya ke depan. Terakhir, tim Disperinaker yang terdiri dari Ibrahim Zaky, Chairani Agustiana, dan Tranggono Wahyu Wibowo menjabarkan strategi Pemkot dalam menghadapi regulasi yang terus berubah.
Agus Hebi berharap, melalui forum ini akan lahir gagasan dan rekomendasi yang bisa memperkuat langkah Pemkot Surabaya dalam merespons tantangan ke depan.
“Harapannya, FGD ini memberi kontribusi nyata demi menjadikan Surabaya kota yang semakin tangguh, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.











Tinggalkan Balasan