Pemkot Surabaya Ciptakan 342 Inovasi Unit Layanan Publik
Bacatrend, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mencatat telah memiliki 342 inovasi yang diterapkan di seluruh unit layanan publik, mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan. Inovasi-inovasi tersebut mencakup berbagai sektor seperti ekonomi, teknologi informasi, adminduk, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga lingkungan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa inovasi harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Sebenarnya inovasi yang ada di Surabaya itu kita berharap bisa membuat dampak ya. Misalnya percepatan pelayanan publik, kemudian ada lagi yang juga untuk menurunkan kemiskinan,” ujar Eri.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemkot dan masyarakat untuk ikut serta dalam ajang Inovboyo 2025 sebagai wadah kolaborasi ide dan solusi bagi kota. “Jadi semua inovasi ini tujuannya adalah tujuh ini. Alhamdulillah yang harusnya turun, kita di Surabaya berhasil turunkan semua. Yang harusnya naik, IPM juga naik. Jadi tujuan inovasi adalah itu di Surabaya,” jelasnya.
Tujuh tujuan utama yang dimaksud Eri adalah: penurunan angka kemiskinan, stunting, kematian ibu dan anak, pengangguran terbuka, gini rasio, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan perekonomian kota.
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menambahkan bahwa Inovboyo 2025 mengusung tiga pilar transformasi: demokratisasi inovasi, ekonomi sirkular dan berkelanjutan, serta teknologi humanis.
“Bayangkan, jika sistem AI dapat membantu memprediksi banjir dengan akurasi tinggi melalui aplikasi mobile yang terhubung dengan ponsel warga, maka pemerintah dan masyarakat bisa melakukan deteksi dini,” ujarnya.
Inovasi yang telah dijalankan antara lain dari Dinas Sosial seperti layanan ambulans cepat FLASH, KOMPAK untuk peningkatan IPM, serta PUSAKA MANTRI dan INCIP KOLAK KANRI untuk penanganan sosial dan lingkungan anak. Ada juga SKM Online untuk mempercepat penerbitan surat keterangan miskin.
Dari DP3APPKB, inovasi yang muncul antara lain SIMPEL KB untuk akses layanan KB, SIAP PPAK! untuk penanganan masalah perempuan dan anak, serta PUSPAGA BALAI RW dan Bang Boyo Hebat untuk penguatan keluarga.
Mereka juga memiliki program Kelas Calon Pengantin dan Kecamatan Responsif Gender.
Inovasi lainnya datang dari berbagai kecamatan seperti ADIDAYA (pemberdayaan anak difabel), CAKSODIKIN dan BEBRAYAN (bantuan sosial), Dapur Berkah dan Dapur Umum (akses makanan sehat), serta Relawan Tanpo Sambat untuk partisipasi masyarakat.
Surabaya juga dinobatkan sebagai Kota Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. “Sama seperti tahun lalu, kita banyak melibatkan anak muda untuk menggerakkan inovasi. Karena buat saya, menggerakkan anak muda itu luar biasa,” ucap Eri.
Menurut Irvan, keberadaan teknologi seperti AI, IoT, dan big data kini menjadi alat pemecahan masalah nyata, bukan sekadar istilah teknis. Semua inovasi ini, katanya, akan terus dikembangkan demi menjawab kebutuhan warga Kota Surabaya secara konkret dan berkelanjutan.











Tinggalkan Balasan