Perilaku Warga Surabaya Dikeluhkan! Disebut Manfaatkan Hujan Deras untuk Buang Sampah ke Sungai
Bacatrend, SURABAYA — Hujan deras yang mengguyur Surabaya tak hanya memicu genangan di sejumlah titik, tetapi juga dimanfaatkan sebagian warga untuk membuang sampah ke sungai. Pemerintah Kota Surabaya menyebut perilaku ini sebagai salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air dan memperburuk potensi banjir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa masih ditemukan warga yang sengaja memanfaatkan derasnya aliran sungai saat hujan untuk membuang sampah besar. “Masih ada beberapa masyarakat ketika hujan deras, aliran sungainya kencang, sekalian buang sampah. Ada yang masih seperti itu,” ujarnya.
DLH Surabaya kerap menemukan sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan kayu di saluran air. Jenis sampah ini tidak hanya menghambat aliran, tetapi juga berisiko dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan. “Tipiring itu denda sesuai Perdanya mulai Rp75 ribu sampai Rp50 juta, atau hukuman kurungan maksimal 6 bulan,” jelas Dedik.
Meski Pemkot telah menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) dan layanan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), perilaku membuang sampah sembarangan masih terjadi. “Namun, masih ada saja warga yang membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Dedik menegaskan bahwa sanksi akan diterapkan secara progresif dan tercatat dalam sistem DLH. Pelaku yang mengulangi pelanggaran akan dikenai hukuman lebih berat. “Kalau yang bersangkutan sudah kedua kalinya, tentu kita tingkatkan lagi sanksinya, tergantung juga besaran sampah yang dibuang,” katanya.
Tim Yustisi DLH Surabaya bersama kepolisian terus melakukan patroli harian untuk mengimbau dan menindak pelanggaran. “Hampir setiap hari kami dapat laporan tim yustisi menemukan warga buang sampah sembarangan,” ungkap Dedik.
Sebagai langkah pencegahan, DLH juga menyiapkan TPS khusus dengan fasilitas bulky waste di beberapa lokasi. “Kami menyiapkan TPS-TPS yang memiliki space cukup untuk bulky waste. Terutama TPS yang diangkut oleh compactor,” ujarnya.
Selain itu, DLH rutin melakukan perantingan pohon untuk mengantisipasi potensi tumbang saat cuaca ekstrem. “Kami juga imbau masyarakat kalau ada angin kencang, hujan dan sebagainya, jangan berlindung di bawah pohon atau reklame. Mari kita bersama-sama saling menjaga,” pungkas Dedik.











Tinggalkan Balasan