Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, Pemerintah Pastikan Penataan Sesuai Regulasi
Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat revitalisasi pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Salah satu yang tengah direvitalisasi adalah Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan No 120, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung meninjau proses revitalisasi pada Selasa (28/4/2026) untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Langkah ini sejalan dengan Permendag Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, yang mendorong pasar rakyat menjadi lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.
Dalam sidak tersebut, Eri menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari penataan pasar agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menekankan larangan aktivitas perdagangan yang tidak sesuai regulasi, termasuk penjualan barang hidup. “Apabila ketentuan ini dilanggar, maka berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum,” tegasnya.
Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh meningkatkan kapasitas dari 135 stan menjadi 189 stan, sekaligus menata pedagang agar seluruh aktivitas berada di dalam pasar. Infrastruktur juga diperbaiki, mulai dari penggantian atap untuk pencahayaan alami hingga peningkatan sirkulasi udara agar pasar lebih terang dan nyaman.
Proses revitalisasi ditargetkan rampung pertengahan Mei 2026. Pada periode yang sama, Pemkot Surabaya juga menargetkan penyelesaian revitalisasi sejumlah pasar lain, seperti Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung. Secara keseluruhan, sekitar 15 pasar tradisional ditargetkan selesai direvitalisasi sepanjang tahun ini.
Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, menambahkan bahwa penataan juga menghilangkan praktik pemotongan unggas di dalam pasar. “Jumlah pedagang unggas sebelumnya sekitar 12 orang. Kini mereka beralih ke penjualan daging yang sudah dipotong,” ujarnya.
Dengan penataan ini, Pemkot Surabaya berharap wajah pasar tradisional berubah menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman, sekaligus menghapus praktik pasar tumpah di tepi jalan yang kerap menimbulkan kemacetan.












Tinggalkan Balasan