Bacatrend, Surabaya — Pemerintah Kota Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menambah personel dan memperkuat pengamanan di sejumlah titik rawan selama bulan Ramadan 2026.

Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sekaligus mengantisipasi meningkatnya aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), khususnya gelandangan dan pengemis (Gepeng) musiman menjelang Idulfitri.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menjelaskan bahwa fenomena pengemis musiman hampir selalu terjadi setiap tahun.

“Biasanya menjelang Lebaran, sebagian besar bukan warga Surabaya, melainkan dari luar kota. Mereka datang untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan masyarakat,” ujarnya.









Satpol PP telah memetakan sejumlah titik rawan dan mengintensifkan patroli di fasilitas umum serta fasilitas sosial. Tempat ibadah besar seperti Masjid Al-Falah, Masjid Al-Akbar Surabaya, dan kawasan wisata religi Sunan Ampel menjadi fokus pengawasan.

Selain itu, persimpangan jalan dan lampu merah yang kerap menjadi lokasi aktivitas pengemis juga dijaga secara rutin.

Mudita menambahkan, koordinasi dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta TNI-Polri untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

“Kami tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan wilayah terus kami lakukan untuk meminimalisir keberadaan pengemis musiman,” tegasnya.

Mekanisme Penanganan
Satpol PP menerapkan skema terintegrasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan DP3A-PPKB:

Pengemis dewasa ber-KTP Surabaya → dibawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk pendataan dan pembinaan.

Anak di bawah umur warga Surabaya → diarahkan ke Rumah Perubahan di bawah naungan DP3A-PPKB untuk pembinaan khusus.

Pengemis dari luar kota → ditempatkan sementara di Liponsos sebelum dikoordinasikan dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur untuk proses pemulangan.

Mudita juga mengingatkan warga agar tidak memberi uang di jalanan. “Jika menemukan anjal atau pengemis di fasum, fasos, maupun lampu merah, silakan hubungi Call Center 112. Petugas akan segera menindaklanjuti,” pungkasnya.