Wali Kota Surabaya Dorong Gen Z Wujudkan Kampung Pancasila
Bacatrend, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali turun langsung ke tengah warga dalam kegiatan Kampung Pancasila di Balai RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan.
Dalam forum dialog tersebut, Eri berdiskusi bersama warga dan jajaran perangkat daerah untuk menampung ide, usulan, serta merumuskan program yang akan digerakkan di wilayah tersebut.
Eri menyoroti sejumlah program yang dinilai mampu memperkuat semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila di lingkungan RW 7. Salah satunya adalah pengelolaan bantuan sosial berbasis warga. Ia meminta agar bantuan sosial yang dikumpulkan dari warga RW 7 dapat kembali disalurkan kepada warga setempat yang membutuhkan.
“Kalau punya rezeki jangan kamu keluarkan ke orang lain, karena ada tetangga kita yang masih membutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Eri juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui peran generasi muda. Ia mengajak anak-anak muda atau Gen Z untuk mendata kebutuhan pokok setiap rumah tangga di RW 7 dan menjadi penyuplai bahan pokok bagi toko kelontong milik warga. “Nanti toko kelontong yang ada di-data, kebanyakan masing-masing kepala keluarga di kampung ini membutuhkan bahan pokok apa saja setiap bulannya. Anak-anak muda ini yang kulakan buat toko kelontong, dengan catatan harganya harus sama dengan toko modern,” katanya.
Untuk mendukung usaha tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan modal awal sebesar Rp5 juta per bulan bagi kelompok Gen Z di RW 7. Eri optimistis perputaran ekonomi lokal akan meningkat dan kesejahteraan warga akan ikut terdongkrak. “Itu nanti dimanfaatkan, nanti dapat untung, dan perputaran ekonominya pasti besar, rakyatnya makmur,” tutur Eri.
Dalam kesempatan itu, Eri juga merespons usulan Ketua Karang Taruna RW 7, Rama, terkait perbaikan Taman Jangkar. Ia menyetujui rencana tersebut dan berharap taman yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan bagi pelaku UMKM dan Gen Z setempat. “Mohon maaf ini tidak untuk PKL ya, tapi nanti warga yang buka UMKM di Taman Jangkar. Tugas saya memperbaiki taman, tapi tolong dijaga baik,” tegasnya.
Tak hanya ekonomi, Eri juga mendukung pelatihan multimedia bagi Gen Z untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja. Ia menekankan pentingnya pendampingan agar pelatihan tidak sia-sia. “Kalau kami belikan alat terlebih dahulu tanpa ada pelatihan akan sia-sia. Soal pelatihan saya sepakat, nanti ditentukan siapa saja yang dilatih,” ujarnya.
Eri turut mengajak anak-anak muda untuk aktif dalam pemilahan sampah rumah tangga. Ia berharap Gen Z menjadi penggerak perubahan perilaku warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Mulai sekarang kalau buang sampah dipilah, sampah plastik sendiri, organik sendiri, karena plastik ini kalau dijual harganya mahal. Dengan pemilahan sampah itu bisa mendapat uang besar,” katanya.
Menutup pertemuan, Eri meminta Camat Jambangan Ahmad Yardo Wifaqo untuk segera melakukan pendataan bersama Gen Z RW 7 agar pencairan anggaran Rp5 juta per bulan bisa segera direalisasikan. “Kami tunggu pendataannya minimal satu minggu, maksimal dua minggu selesai. Kalau sudah selesai, baru bisa segera diberikan untuk kegiatan di sini,” tandasnya.
Melalui kegiatan Kampung Pancasila ini, Pemkot Surabaya berupaya menumbuhkan semangat gotong royong, kemandirian ekonomi, dan kepedulian sosial di tingkat warga, dengan melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak perubahan.












Tinggalkan Balasan