13 Siswa SMP Ini Positif Ganja, BNN Perkuat Sosialisasi di Sekolah
Bacatrend, Jayapura — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura mengakui kasus penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah masih terjadi. Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Kasman, menyebutkan hasil pemeriksaan tes urine di salah satu sekolah menemukan 13 siswa SMP positif menggunakan ganja.
“Dari hasil tes urine, ditemukan 13 siswa SMP positif menggunakan ganja. Kami sudah melakukan sosialisasi serta melaksanakan kegiatan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah,” jelas Kasman, Senin (1/12).
BNN Jayapura menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan atas inisiatif pihak sekolah, tidak hanya di tingkat SMP dan SMA, tetapi juga SD. Beberapa pelajar yang sebelumnya menjalani rehabilitasi rawat jalan kembali terdeteksi positif, menunjukkan tantangan besar dalam proses pemulihan.
Faktor Penyebab
Kasman menilai banyak faktor yang membuat pelajar terjerumus narkoba, antara lain kurangnya perhatian orang tua, pengaruh pergaulan, dan rasa ingin mencoba. Ia menekankan bahwa pelajar pengguna narkoba harus diperlakukan sebagai orang sakit yang perlu disembuhkan, bukan sekadar dihukum.
Tren Nasional
BNN RI mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Indonesia masih tinggi. Survei 2023 menunjukkan 312 ribu pelajar pernah menggunakan narkoba, dengan ganja sebagai salah satu jenis yang paling banyak dikonsumsi. Hingga April 2025, terdapat 13 ribu kasus kejahatan narkoba di Indonesia, 41 persen di antaranya berupa penyalahgunaan.
Upaya Pencegahan
BNN Kabupaten Jayapura kini memperkuat pendekatan persuasif di sekolah dan keluarga, serta meningkatkan sosialisasi bahaya narkoba. Program rehabilitasi tetap dijalankan, namun pencegahan melalui edukasi sejak dini dianggap lebih efektif untuk menekan angka penyalahgunaan.











Tinggalkan Balasan