Bacatrend, Surabaya – Di tengah khidmatnya prosesi Pengukuhan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2025, perhatian tertuju pada sosok remaja perempuan yang tampak lebih muda dibanding mahasiswa baru lainnya. Dialah Safhira Najma, mahasiswa baru termuda ITS tahun ini yang resmi tercatat sebagai mahasiswi Program Studi S1 Sains Aktuaria di usia 15 tahun 9 bulan.

Gadis yang akrab disapa Fira ini mengungkapkan rasa bangganya bisa diterima di ITS, kampus impiannya sejak lama. Ia mengaku sangat senang bisa menekuni bidang aktuaria karena sesuai dengan kecintaannya pada dunia matematika. “Saya sangat antusias belajar di Sains Aktuaria karena memang menyukai hitung-hitungan,” tuturnya.

Fira merupakan alumnus MAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya. Ia menempuh pendidikan dengan jalur akselerasi sejak SMP hingga SMA, sehingga menyelesaikan sekolah menengah lebih cepat dari teman-teman seusianya. Meski masih belia, Fira tidak merasa minder. Justru usia muda menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kemampuannya di dunia perkuliahan.

Aktivitasnya di masa sekolah pun cukup padat. Selain unggul dalam akademik, ia aktif mengikuti kegiatan seperti paskibraka, pramuka, dan paduan suara. Baginya, belajar bukan sekadar di dalam kelas. Ia menyukai tantangan dan percaya pada keseimbangan antara pendidikan formal dan pengembangan diri.









Di balik pencapaiannya, Fira tak lupa menyebut peran penting keluarga dalam membentuk semangat belajarnya. Kakak-kakaknya menjadi sumber inspirasi yang mendorongnya untuk terus maju. “Mereka yang membimbing dan selalu mendukung pilihan akademikku. Tanpa mereka, mungkin aku tak akan sampai sejauh ini,” ucap Fira.

Remaja asal Bangkalan ini menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah hak semua orang, tanpa batas usia. Ia percaya bahwa selama ada kemauan dan semangat, tidak ada yang tidak mungkin diraih. “Kita tidak boleh menjadikan umur sebagai batasan. Yang penting adalah semangat dan keinginan kuat untuk terus belajar,” tambahnya.

Perjalanan Fira di ITS bukan hanya menjadi awal dari babak baru dalam hidupnya, tetapi juga cerminan dari semangat generasi muda dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya poin keempat dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu akses terhadap pendidikan yang berkualitas.
Jika kamu ingin versi ringkas, infografis, atau disesuaikan untuk media sosial, saya siap bantu.