Bacatrend, Surabaya – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil menciptakan inovasi teknologi yang mendukung pengelolaan sampah plastik secara efisien. Lewat tim Sintari, Dhiya Hanifa, Ocha Della Fitriani, dan Akbar Maula Dani merancang sistem Smart Plastic Waste Detector yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasikan jenis-jenis plastik secara otomatis. Inovasi ini mengantarkan mereka meraih penghargaan Best Presentation dalam ajang Call for Paper Competition Decarbonizing Indonesia 2025.

Smart Plastic Waste Detector memanfaatkan teknologi Deep Learning dan Internet of Things (IoT) untuk mengenali enam jenis plastik umum, yaitu PET, HDPE, LDPE, PP, PS, dan PVC. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses pemilahan sampah plastik sekaligus meminimalkan kesalahan manusia dalam identifikasi material. Akbar Maula Dani menjelaskan bahwa alat ini dapat mendeteksi jenis plastik secara real-time, sehingga lebih efisien dan mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengonversi sampah menjadi nilai ekonomis.

Dalam pengembangannya, tim Sintari memilih arsitektur MobileNetV2 yang dilengkapi dengan teknik class imbalance handling. Meskipun akurasi model mencapai 78,59 persen, distribusi prediksi antar kelas menjadi lebih seimbang, terutama pada kelas minoritas. Tim juga melakukan serangkaian riset dan uji coba untuk memastikan performa terbaik sebelum menetapkan model tersebut.

Inovasi ini turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan serta poin 13 terkait mitigasi perubahan iklim. Ke depan, tim Sintari berencana mengembangkan sistem ini dengan memperluas dataset dari kondisi nyata di lapangan, menambahkan sensor Near Infrared (NIR) untuk memperkaya identifikasi material, serta mengoptimalkan latensi inferensi agar sistem lebih responsif dan siap diterapkan dalam skala industri.









Dalam presentasi yang mengantarkan mereka meraih gelar Best Presentation, tim Sintari menekankan pentingnya persiapan matang dan pembagian peran yang jelas. Mereka menyusun alur cerita presentasi secara runtut, mulai dari latar belakang, urgensi masalah, solusi inovatif, hingga potensi penerapan, dengan visualisasi data yang menarik dan penyampaian yang sederhana namun berdampak. Meski sempat mengalami kesulitan memahami isu dekarbonisasi dan transisi energi, mereka mengatasinya dengan memperbanyak riset ilmiah. Dani menegaskan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap ide yang diusung menjadi kunci dalam menyampaikan gagasan secara meyakinkan di hadapan dewan juri. Ia juga menekankan pentingnya antusiasme dan kekompakan tim sebagai faktor penentu kesuksesan dalam kompetisi tersebut.