Bacatrend, Surabaya – Langkah besar telah diambil! Universitas Airlangga (UNAIR) kini menorehkan sejarah sebagai pelopor penerapan verifikasi biometrik dalam seleksi mahasiswa baru.

Di tengah kemajuan teknologi yang melesat tanpa batas, sistem ini hadir sebagai benteng terakhir untuk memastikan keabsahan identitas mahasiswa serta menjamin integritas akademik yang tak tergoyahkan.

Di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus Merr-C, ratusan calon mahasiswa menjalani tahap demi tahap verifikasi yang bukan sekadar pemeriksaan formalitas—tetapi sebuah gerbang menuju masa depan akademik yang lebih canggih dan tanpa cela.

Tidak ada lagi celah bagi manipulasi, tidak ada lagi ruang untuk identitas ganda. Semua disaring oleh algoritma yang tak bisa dibohongi.









Teknologi Biometrik: Sentuhan Masa Depan dalam Dunia Akademik
Seperti denyut nadi yang menghidupkan sistem pendidikan modern, biometrik menjadi jawaban atas berbagai tantangan dalam seleksi akademik.

Menurut Prof. Dr. Sukardiman, MS, Apt, Direktur Pendidikan UNAIR, verifikasi ini bukan sekadar mencocokkan identitas dengan database SNBT, tetapi akan berkembang menjadi bagian dari ekosistem akademik yang lebih luas.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya terdaftar secara administratif tetapi benar-benar hadir sebagai individu yang sah dalam setiap aspek akademik. Ke depannya, presensi kuliah dan wisuda pun bisa dilakukan melalui sistem biometrik. Tidak ada lagi yang dapat mewakilkan, semua murni dan otentik,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Proses Verifikasi: Menjaga Keaslian Identitas di Era Digital
Tahapan verifikasi ini bukan sekadar memasukkan data biasa. Mahasiswa wajib membawa dokumen penting seperti surat keterangan lulus, KTP atau NIK, serta kartu tanda pendaftaran perguruan tinggi.

Semua informasi ini akan disandingkan dengan database Kemendikbud, memastikan setiap calon mahasiswa memang sah sebagai penerima SNBT UNAIR.

Tak ingin membuat mahasiswa terjebak dalam antrean panjang, UNAIR menyusun jadwal verifikasi dengan sistematis dan tertata rapi.

Bahkan, setelah berdiskusi dengan BEM dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, jadwal diperpanjang hingga 5-8 Juni 2025, memberi kesempatan lebih luas bagi mereka yang menghadapi kendala teknis.

Langkah Besar Menuju Era Digitalisasi Akademik
Sebagai pelopor sistem biometrik di dunia pendidikan Indonesia, UNAIR tidak berhenti hanya pada SNBT.

Rencana besar telah disusun untuk memperluas sistem ini ke berbagai jalur penerimaan, termasuk SNBP, SNBT, serta program Mandiri Kemitraan dan Mandiri Tes Tulis.

“Integritas akademik adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Jika ada pelanggaran yang terdeteksi melalui verifikasi biometrik, UNAIR akan bertindak tegas, bahkan hingga tahap hukum jika diperlukan,” tegas Prof. Sukardiman.

Dalam keheningan kampus yang selalu dipenuhi semangat ilmiah, biometrik mulai menjadi penjaga baru. Bukan sekadar mesin, bukan sekadar teknologi. Ia adalah simbol dari perubahan menuju era akademik yang lebih transparan, lebih efisien, dan lebih berintegritas.

UNAIR tidak hanya membuka pintu bagi mahasiswa baru—tetapi juga membuka gerbang menuju masa depan!