Bacatrend, Palembang — Sebuah video yang memperlihatkan mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (UNSRI) jurusan Teknologi Pertanian diminta melakukan aksi saling mencium kening sesama jenis saat kegiatan kampus viral di media sosial (Medsos). Aksi tersebut terjadi dalam rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA).

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, mahasiswa baru tampak duduk berpasangan dan diminta mencium kening satu sama lain.

Tawa dan sorakan dari sejumlah senior terdengar jelas dalam rekaman tersebut. Aksi ini memicu kecaman dari publik dan kalangan akademik karena dinilai melanggar etika serta norma kampus.

Ketua HIMATETA, Ivandi Cesario Amar, membenarkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dalam acara bertajuk “Tekper Cleaning”. Ia menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap menerima sanksi dari pihak universitas.









“Kami tidak memikirkan dampak jangka panjang dari aksi tersebut. Kami siap menerima konsekuensi dari pihak universitas,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, ide games ini muncul secara spontan bersama seorang alumni bernama Rayan yang menitipkan konsep hiburan. Dalam pelaksanaannya, permainan itu justru berujung meminta sejumlah mahasiswa baru untuk saling mencium kening.

“Saya selaku penggerak kegiatan tersebut, yang di mana saya mendapatkan ide games tersebut bersama teman saya Rayan dari alumni yang menitipkan itu,” katanya.

Aksi tersebut kemudian direkam oleh salah satu anggota panitia. Awalnya, rekaman hanya dikirim ke lingkaran pertemanan dekat melalui WhatsApp. Namun, video itu bocor ke grup angkatan 2023 hingga 2025 dan akhirnya tersebar luas hingga memicu kehebohan di media sosial.

Universitas Sriwijaya melalui Sekretaris Universitas, Prof. Aidil Fitri, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari agenda resmi kampus dan dilakukan di luar pengawasan pembina.

Pihak kampus telah membekukan HIMATETA selama satu tahun karena dinilai melanggar Surat Edaran Rektor tentang larangan perundungan, perpeloncoan, dan pelecehan seksual.

Tim investigasi internal telah dibentuk untuk menindaklanjuti kasus ini. Sedikitnya 15 mahasiswa diperiksa, termasuk panitia dan senior yang terlibat. Sanksi individu sedang dipertimbangkan, mulai dari teguran hingga skorsing akademik.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNSRI turut mengecam kejadian tersebut dan membuka layanan konseling serta hotline pengaduan bagi mahasiswa baru. Pihak kampus mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjaga etika dan martabat selama berada di lingkungan akademik.