39 Ribu Warga Terdampak Akibat Banjir Di Semarang
Bacatrend, Semarang — Banjir yang melanda Kota Semarang sejak 21 Oktober belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur selama lebih dari sepekan menyebabkan genangan hingga 90 sentimeter di sejumlah titik, termasuk Jalan Kaligawe Raya yang lumpuh total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 39.405 jiwa dari 29.772 kepala keluarga terdampak banjir yang meluas ke 18 kecamatan. Genangan tertinggi terjadi di Kaligawe, Genuk, Tlogosari, dan Trimulyo, dengan sebagian wilayah masih terendam hingga Kamis pagi.
“Banjir kali ini dipicu oleh anomali cuaca dan curah hujan ekstrem. Kami sudah kerahkan pompa portabel dan tim gabungan untuk percepatan penanganan,” ujar Kepala BPBD Semarang, dalam keterangan resmi.
Jalan Kaligawe Raya, jalur utama Pantura Semarang–Surabaya, hanya bisa dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus. Aktivitas warga terganggu, sementara distribusi logistik dan bantuan sosial masih terkendala akses.
Kementerian Sosial bersama relawan Tagana dan TNI-Polri telah mendirikan dapur umum dan posko evakuasi. Namun, warga mengeluhkan lambatnya penyaluran bantuan dan minimnya informasi jalur alternatif.
“Air belum surut sejak lima hari. Kami butuh bantuan logistik dan informasi yang jelas,” kata Siti Aminah, warga Genuk, yang mengungsi ke masjid setempat.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Peringatan dini cuaca ekstrem masih berlaku hingga akhir pekan.











Tinggalkan Balasan