Gak Kuat Lihat Calon Mempelai Wanita, Polisi Ini Pilih Kabur dan Menghilang
Bacatrend, GORONTALO — Pagi itu, 9 Agustus 2025, aula tempat resepsi yang telah dihias rapi menjadi saksi bisu. Keluarga besar Sukmawati Rahman berkumpul, para tamu mulai berdatangan, dan gaun pengantin telah dikenakan.
Namun satu hal tak kunjung tiba: mempelai pria. Bripda Tri Farhan Mahieu, anggota Satuan Brimob Polda Gorontalo, dilaporkan menghilang dan diduga melarikan diri ke Palu, Sulawesi Tengah, hanya beberapa jam sebelum ijab kabul.
Pernikahan antara anggota kepolisian dan warga sipil bukan sekadar urusan pribadi. Di baliknya, ada serangkaian prosedur institusional yang harus dilalui. Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, menjelaskan bahwa semua tahapan telah dijalankan.
“Semua persyaratan nikah sudah kami laksanakan. Kami sudah mengirimkan pengantar ke Polda, ke Biro SDM, dan Biddokes untuk cek kesehatan,” ujarnya.
Sidang BP4R telah digelar, tes psikologi dan kesehatan dilakukan, bahkan proses di Kantor Urusan Agama telah rampung. Secara administratif, pernikahan Farhan dan Sukmawati tinggal menunggu waktu. Namun waktu itu tak pernah datang.
Di rumah mempelai wanita, suasana berubah drastis. Dari haru menjadi hening. Sukmawati, yang semula tersenyum menyambut tamu, akhirnya menutup diri. Ibunya, Fatmawati Soman, dilaporkan pingsan karena syok dan harus dirawat. Ayahnya, Hamid Rahman, mengaku tak melihat tanda-tanda masalah dalam komunikasi terakhir anaknya dengan Farhan. “Mereka masih bicara semalam. Tidak ada pertengkaran, tidak ada keluhan,” kata Hamid dengan suara bergetar.
Kombes Danu menegaskan bahwa insiden ini bukan pelanggaran institusi, melainkan masalah pribadi yang diduga berkaitan dengan kondisi mental Bripda Farhan. Tim Brimob telah dikirim ke Palu untuk menjemputnya dan membawanya kembali ke Gorontalo. “Kami akan evaluasi secara menyeluruh. Ini bukan soal disiplin semata, tapi soal kemanusiaan,” tambahnya.











Tinggalkan Balasan