Ini Sederet Keunggulan Jet Tempur Chengdu J-10C, Calon Alutsista Andalan Indonesia
Bacatrend, Jakarta — Jet tempur Chengdu J-10C buatan China resmi menjadi bagian dari rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Pemerintah telah menyetujui pembelian 42 unit pesawat tempur generasi 4.5 tersebut sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan udara nasional.
Diolah dari berbagai sumber, Chengdu J-10C dikenal sebagai pesawat multiperan dengan teknologi canggih dan harga yang kompetitif. Pesawat ini dilengkapi radar AESA (Active Electronically Scanned Array), sistem avionik digital, dan kemampuan tempur jarak jauh. Dengan rudal PL-15, J-10C mampu menyerang target dari jarak lebih dari 200 kilometer.
Selain itu, J-10C memiliki desain sayap delta dan canard yang memberikan kelincahan tinggi serta kemampuan manuver ekstrem. Mesin WS-10B turbofan buatan dalam negeri China memungkinkan pesawat mencapai kecepatan maksimum Mach 2.2 dan jangkauan tempur hingga 1.850 kilometer.
Harga per unit diperkirakan antara US$40–50 juta, lebih rendah dibandingkan jet tempur buatan Barat seperti F-16 atau Rafale. Hal ini menjadikan J-10C sebagai pilihan efisien bagi negara berkembang yang ingin meningkatkan kekuatan udara tanpa membebani anggaran.
Jet tempur ini juga mampu menjalankan berbagai misi, termasuk superioritas udara, serangan presisi darat, pengintaian, dan penindakan elektronik. Sistem fly-by-wire, glass cockpit, dan helmet-mounted display turut memperkuat kemampuan operasionalnya.
Pengamat militer menilai J-10C sebagai pesawat tempur yang kompetitif di kelasnya. Meski tantangan integrasi sistem dan pelatihan awak tetap ada, pemerintah menyatakan bahwa seluruh proses pengadaan telah melalui kajian teknis dan strategis yang matang.
Pesawat-pesawat tersebut dijadwalkan mulai dikirim pada awal 2026 dan akan memperkuat armada TNI Angkatan Udara di beberapa pangkalan strategis.
Pembelian ini sekaligus menandai diversifikasi mitra pertahanan Indonesia, yang selama ini mengandalkan alutsista dari Amerika Serikat, Rusia, dan Korea Selatan. Pemerintah berharap kerja sama dengan China dapat memperluas akses teknologi dan mempercepat modernisasi militer nasional.











Tinggalkan Balasan