Bacatrend, Bandung – Kamis pagi (5/2) di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, suasana mendadak berubah mencekam. Seekor macan tutul tiba-tiba muncul di area permukiman warga.

Jeritan ketakutan terdengar, orang-orang berlarian menyelamatkan diri, dan kepanikan melanda. Namun di tengah hiruk pikuk itu, satu sosok justru memilih berdiri tegak: Ujang Anis (42). Dengan keberanian yang tak biasa, ia nekat menghadang macan tutul demi melindungi anak-anak yang masih berada di lokasi.

Ujang baru saja pulang dari Pasar Maruyung ketika melihat kerumunan warga di sebuah jalan. Awalnya ia ragu dengan kabar yang beredar.

“Saya awalnya engga percaya. Masa di kota ada macan. Soalnya biasanya macan itu adanya di hutan. Jadi saya langsung masuk ke kerumunan,” ujarnya.









Namun keraguan itu sirna seketika. Di hadapannya berdiri seekor macan tutul, tinggi menjulang, tak jauh dari anak-anak yang belum sempat menyelamatkan diri. Naluri keberanian mengalahkan rasa takut. Ujang melangkah maju, menghadang satwa liar itu dengan tubuhnya sendiri.

Macan tutul langsung menyerang membabi buta. “Dia langsung nyakar. Jadi dia langsung berdiri menyerang saya. Tingginya itu ada sampai sedagu saya, saat berdiri. Orang-orang malah kabur, bukannya menolong saya. Lalu gerbang malah ditutup,” katanya.

Selama beberapa menit yang terasa seperti selamanya, Ujang bertarung dengan tangan kosong. Tubuhnya dicakar, diterjang, namun ia bertahan. Anak-anak berhasil dievakuasi, sementara dirinya menjadi tameng terakhir. Aksi heroiknya membuat warga selamat, sebelum akhirnya tim gabungan datang melumpuhkan macan tutul.

Kisah Ujang bukan sekadar cerita tentang serangan satwa liar. Ini adalah kisah tentang keberanian seorang manusia yang memilih berdiri ketika yang lain memilih lari. Tindakannya menjadi simbol pengorbanan dan keberanian warga desa, yang akan dikenang sebagai momen heroik di tengah ancaman nyata.