Bacatrend, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk pandemi yang mulai mereda, Indonesia kembali dihadapkan pada ancaman senyap dari alam: virus Hanta. Bukan virus baru, namun kini kembali mencuat setelah delapan kasus terkonfirmasi di empat provinsi—Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Meski seluruh pasien telah dinyatakan sembuh, sinyal bahaya telah dikibarkan.

Virus Hanta berasal dari keluarga Hantaviridae, dan ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularannya terjadi saat manusia menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus. Gigitan atau kontak langsung dengan hewan terinfeksi juga bisa menjadi jalur masuk virus3.

“Virus ini tergolong zoonosis, artinya menular dari hewan ke manusia. Meski jarang menular antar manusia, potensi wabah tetap ada jika reservoirnya tidak dikendalikan,” ujar Kementerian Kesehatan RI dalam pernyataan resminya.

Gejala awal infeksi Hanta mirip flu: demam, nyeri otot, mual, hingga kelelahan. Namun dalam kasus berat, virus ini bisa memicu dua sindrom mematikan: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru, dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang merusak ginjal3. Tingkat kematian HPS bahkan bisa mencapai 60 persen.









Salah satu kasus terjadi pada seorang buruh bangunan di Bandung Barat yang digigit tikus saat bekerja di proyek konstruksi. Ia dinyatakan positif Hanta dan menjadi contoh nyata bahwa lingkungan kerja pun tak luput dari risiko.

Pencegahan menjadi kunci utama. “Hindari kontak dengan tikus, jaga kebersihan rumah dan gudang, serta gunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi,” tulis Merdeka.com dalam laporannya. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.

Virus Hanta mungkin tak sepopuler COVID-19, namun diam-diam ia mengintai dari sudut-sudut gelap rumah dan gudang. Dalam perang melawan ancaman mikroskopis, kewaspadaan adalah senjata pertama—dan paling ampuh.