Artis Acha Septriasa Resmi Bercerai dari Vicky Kharisma
Bacatrend, Jakarta – Di balik senyum hangat dan pencapaian kariernya yang gemilang, aktris Acha Septriasa menyimpan kisah pribadi yang akhirnya sampai pada titik akhir. Setelah hampir sembilan tahun membina rumah tangga, Acha resmi bercerai dari Vicky Kharisma, pria yang pernah ia sebut sebagai “teman hidup dan sahabat jiwa.”
Putusan cerai dijatuhkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada 19 Mei 2025. Sidang berlangsung secara verstek—tanpa kehadiran Vicky yang menetap di luar negeri. Dalam dokumen putusan, majelis hakim menyatakan bahwa pernikahan mereka telah mengalami keretakan yang tidak dapat diperbaiki. “Bahtera rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat telah terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus sejak Oktober 2021,” bunyi kutipan dari dokumen putusan PA Jakarta Pusat.
Di mata publik, pasangan ini tampak harmonis. Mereka menikah pada Desember 2016 dan menetap di Sydney, Australia, jauh dari sorotan media. Namun, di balik layar, konflik mulai muncul sejak 2021. Acha mengungkap bahwa Vicky telah mengucapkan talak sebanyak lima kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. “Tergugat pernah mengucapkan talak kepada Penggugat sebanyak lima kali, yaitu pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024,” tulis hakim dalam pertimbangan hukum.
Puncaknya terjadi pada April 2023, ketika percekcokan berujung pada kekerasan fisik ringan. Acha mengalami memar di tangan akibat insiden tersebut. Meski tidak dilaporkan secara pidana, kejadian itu menjadi titik balik bagi Acha untuk mengambil keputusan besar. “Sudah tidak sejalan lagi. Saya ingin hidup yang damai dan sehat secara emosional,” ungkap Acha dalam salah satu unggahan media sosialnya, yang kini telah dihapus.
Perceraian ini tidak melibatkan sengketa harta maupun hak asuh anak. Acha dan Vicky sepakat untuk menjalankan pola pengasuhan bersama (co-parenting) untuk putri mereka yang lahir pada 2017. Dalam unggahan Instagram yang sempat viral, Acha menulis: “Kami tetap menjadi orang tua yang hadir dan penuh cinta. Co-parenting bukan akhir, tapi bentuk baru dari komitmen.” Tagar #coparenting menjadi simbol transisi mereka dari pasangan suami-istri menjadi dua individu yang tetap bertanggung jawab sebagai orang tua.
Dengan putusan talak satu ba’in shughra, pernikahan mereka tidak dapat dirujuk kembali kecuali dengan akad dan mahar baru. Acha kini fokus pada karier dan kehidupan pribadinya di Jakarta, sementara Vicky tetap tinggal di Sydney. Biaya perkara sebesar Rp2.358.000 ditanggung oleh Acha, menandai penutup administratif dari proses hukum yang singkat namun penuh makna.
Perceraian bukanlah akhir dari segalanya. Bagi Acha Septriasa, ini adalah awal dari babak baru yang ia jalani dengan keberanian dan keteguhan hati. Seperti yang pernah ia tulis: “Kadang, cinta berubah bentuk. Tapi tanggung jawab dan kasih sayang tetap tinggal.”











Tinggalkan Balasan