Bacatrend, Jakarta – Konflik antara Rusia dan Ukraina telah menarik perhatian dunia, termasuk keterlibatan tentara bayaran dari berbagai negara. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah mantan prajurit Marinir TNI AL, Serda Satriya Arta Kumbara, yang bergabung dengan pasukan Rusia dalam operasi militer khusus.

Berapa Bayaran Tentara Bayaran Rusia?
Menurut berbagai sumber, bayaran bagi tentara bayaran yang bergabung dengan militer Rusia bervariasi tergantung pada pengalaman dan tugas yang diberikan.

Tentara bayaran profesional yang bergabung dengan kelompok seperti Wagner Group sebelumnya dilaporkan menerima bayaran sekitar $3.000 hingga $5.000 per bulan.

Tentara bayaran asing yang direkrut langsung oleh militer Rusia bisa mendapatkan bayaran lebih rendah, sekitar $1.500 hingga $2.500 per bulan, tergantung pada peran mereka dalam operasi militer.









Mantan prajurit dari negara lain, seperti Satriya Arta Kumbara, belum diketahui secara pasti berapa bayaran yang diterima, tetapi kemungkinan besar berada dalam kisaran yang sama dengan tentara bayaran asing.

Konsekuensi Hukum dan Diplomatik
Bergabung dengan pasukan asing dalam konflik internasional dapat membawa konsekuensi hukum yang serius. Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyebut bahwa keterlibatan warga negara Indonesia dalam perang asing dapat membahayakan hubungan diplomatik Indonesia.

“TNI perlu bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan posisi resmi negara dalam menghadapi isu keterlibatan warga negara Indonesia di konflik asing,” ujar Fahmi.

Selain itu, hukum internasional juga dapat menjerat individu yang terlibat dalam konflik sebagai tentara bayaran, terutama jika mereka berpartisipasi dalam tindakan yang melanggar hukum perang.

Bayaran bagi tentara bayaran Rusia dalam perang Ukraina cukup tinggi dibandingkan dengan gaji militer reguler di banyak negara. Namun, risiko yang dihadapi—baik dari segi keamanan maupun hukum—juga sangat besar.