Besengek Tempe Benguk, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
Bacatrend, Kulon Progo — Di tengah gempuran makanan modern dan instan, masyarakat Kulon Progo tetap mempertahankan warisan kuliner tradisional yang unik: Besengek Tempe Benguk. Makanan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan potensi ekonomi lokal.
Besengek Tempe Benguk merupakan olahan tempe dari biji koro benguk (Mucuna pruriens), yang difermentasi dan dimasak dengan santan serta rempah-rempah khas Jawa. Teksturnya legit, warnanya keabu-abuan, dan rasanya gurih atau manis tergantung wilayah pembuatannya.
“Kami sudah membuat tempe benguk sejak zaman mbah saya. Rasanya khas, dan banyak orang luar daerah yang mulai mencari,” ujar Sumarni, perajin tempe benguk di Sentolo.
Selain kaya rasa, biji benguk juga memiliki kandungan gizi tinggi, termasuk karbohidrat, kalsium, fosfor, dan Levodopa—senyawa yang secara medis bermanfaat bagi penderita Parkinson dan arthritis.
Di beberapa dusun seperti Nganggrung dan Panjatan, Besengek Tempe Benguk menjadi bagian dari tradisi keluarga dan sumber penghasilan rumah tangga. Proses pembuatannya yang telaten dan berbasis bahan lokal menjadikan kuliner ini sebagai simbol ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat pedesaan.
Pemerintah daerah Kulon Progo mulai mendorong pelestarian kuliner ini melalui festival pangan lokal dan pelatihan UMKM. Besengek Tempe Benguk dinilai memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas sebagai produk khas daerah.











Tinggalkan Balasan