Bacatrend, Pati — Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kericuhan yang terjadi pada Selasa (5/8), buntut dari protes terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang ia tetapkan pada Mei lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Sudewo menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kericuhan pada hari Selasa kemarin,” ujar Sudewo di hadapan awak media.

Kericuhan terjadi di sekitar posko donasi yang didirikan oleh warga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pajak. Posko tersebut telah berdiri sejak Minggu (3/8), dan menjadi pusat aktivitas kelompok-kelompok masyarakat yang menolak kenaikan PBB-P2. Salah satu kelompok yang terlibat aktif adalah Aksi Masyarakat Pati Bersatu.









Pada hari ketiga pendirian posko, situasi memanas ketika massa yang berkumpul terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan, sementara sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Kenaikan PBB-P2 yang diumumkan Sudewo pada Mei 2025 dinilai memberatkan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan. Sejumlah warga mengaku tagihan pajak mereka meningkat drastis, tanpa ada sosialisasi yang memadai dari pemerintah daerah.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf, Sudewo belum memberikan pernyataan apakah kebijakan tersebut akan ditinjau ulang. Sementara itu, kelompok-kelompok masyarakat berencana melanjutkan aksi mereka hingga ada kejelasan dari pemerintah.

Situasi di sekitar posko donasi kini dijaga ketat oleh aparat, sementara dialog antara pemerintah dan perwakilan warga masih berlangsung.