Bacatrend, Sleman – Keracunan massal yang dialami pelajar akibat menyantap sajian program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berulang kali terjadi. Terbaru, sebanyak 135 siswa dan 2 guru di SMP Negeri 3 Berbah Sleman diduga keracunan setelah menyantap hidangan MBG itu, Rabu 27 Agustus.

Kejadian ini hanya berselang dua pekan sebelumnya, ketika keracunan massal diduga akibat menyantap makanan program MBG juga dialami siswa dari empat sekolah di Kecamatan Mlati, Sleman. Keempat sekolah itu SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMPN 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Saat kasus keracunan massal ini marak, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto sempat mewajibkan para guru di sekolah mencicipi dulu makanan MBG sebelum dibagikan siswa. “Kalau menerima MBG dari penyedia tolong dicek, diicipi, dipantau, guru itu tugasnya seperti itu,” kata Susmiarto kepada wartawan.

Pernyataan itu lantas membuat kalangan guru keberatan. Pada Selasa 26 Agustus 2026, Susmiarto meralat pernyataannya soal guru harus terlebih dahulu mencicipi makanan MBG sebelum dibagikan kepada siswa.









“Pertama, saya memohon maaf. Kedua, saya ingin meluruskan bahwa sekolah dalam hal ini guru dapat ikut mengecek kelayakan MBG berdasarkan bentuk, warna, atau aroma,” ujarnya.