Curug Bajing, Pesona Air Terjun Tersembunyi Di Petungkriyono
Bacatrend, Pekalongan – Kabupaten Pekalongan tak hanya dikenal sebagai Kota Batik, tetapi juga menyimpan pesona alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah Curug Bajing, air terjun setinggi sekitar 75 meter yang terletak di Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono. Destinasi ini kini menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di kawasan pegunungan.
Curug Bajing menawarkan panorama hutan tropis yang masih asri, udara sejuk pegunungan, serta aliran air yang jernih. Tebing tinggi dengan aliran deras menjadikan lokasi ini favorit wisatawan untuk berfoto maupun sekadar menikmati ketenangan alam. “Airnya segar sekali, suasananya masih alami. Cocok untuk melepas penat,” ujar salah seorang pengunjung.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 2–3 jam dari pusat kota Pekalongan. Jalur menuju curug cukup menantang dengan jalan berkelok dan menanjak, namun terbayar dengan pemandangan hutan tropis sepanjang perjalanan. Sesampainya di lokasi, pengunjung masih perlu berjalan kaki melewati jalur trekking yang menambah sensasi petualangan.
Harga tiket masuk ke Curug Bajing relatif murah, hanya sekitar Rp5.000 per orang. Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, warung sederhana, serta jalur trekking yang sudah ditata. Meski begitu, wisatawan disarankan membawa perlengkapan pribadi karena fasilitas modern masih terbatas.
Curug Bajing juga menjadi bagian dari ekowisata Petungkriyono yang dikenal sebagai kawasan hutan hujan tropis di Jawa Tengah. Selain air terjun, pengunjung bisa menjelajahi destinasi lain seperti Hutan Sokokembang, habitat owa Jawa, serta Telaga Mangunan yang menawarkan suasana tenang.
Dengan keindahan alam yang masih terjaga, Curug Bajing menjadi pilihan tepat bagi pecinta alam, fotografer, maupun wisatawan yang mencari ketenangan. Keberadaannya sekaligus memperkuat identitas Pekalongan sebagai daerah yang kaya akan wisata alam, bukan hanya batik.












Tinggalkan Balasan