Daun Jeruk Purut, Aromatik Dapur yang Menyimpan Potensi Terapi Alami
Bacatrend, Jakarta — Di balik aroma khasnya yang sering mewarnai masakan Nusantara, daun jeruk purut (Citrus hystrix) kini menarik perhatian kalangan medis dan nutrisionis sebagai sumber senyawa bioaktif yang berpotensi menunjang kesehatan tubuh secara alami.
Berbagai studi menunjukkan bahwa daun jeruk purut mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, dan minyak atsiri yang bersifat antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini diyakini mampu membantu menjaga kesehatan mulut, merawat kulit, hingga meredakan stres.
“Minyak atsiri dari daun jeruk purut memiliki efek relaksasi yang cukup signifikan dalam aromaterapi,” ujar Dr. Rini Kartikasari, peneliti tanaman obat dari Universitas Airlangga. “Selain itu, ekstraknya juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan Staphylococcus aureus dalam uji laboratorium.”
Dalam praktik tradisional, daun ini kerap digunakan sebagai bahan lulur untuk mengatasi kulit kusam, direbus untuk meredakan gangguan pencernaan ringan, atau dicampur dalam sampo alami untuk mengatasi ketombe. Beberapa riset awal bahkan mengindikasikan potensi antikanker dari senyawa terpenoid yang terkandung di dalamnya, meski masih memerlukan uji klinis lanjutan.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar penggunaan daun jeruk purut tetap dilakukan secara bijak. “Kita perlu berhati-hati terhadap kemungkinan reaksi alergi, terutama pada individu yang sensitif terhadap tanaman citrus,” tambah Dr. Rini.
Dengan meningkatnya minat terhadap pengobatan berbasis tanaman lokal, daun jeruk purut menjadi contoh bagaimana warisan kuliner Indonesia juga dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat—asal digunakan dengan pengetahuan dan kehati-hatian.











Tinggalkan Balasan