Bacatrend, Madiun – Dawet Suronatan, minuman tradisional khas Madiun, kini mulai mencuri perhatian karena keunikannya yang tak ditemukan pada dawet konvensional.

Berasal dari Kelurahan Suronatan, minuman ini menawarkan kombinasi rasa dan tekstur dalam satu mangkuk kecil yang beralaskan daun pisang.

Komposisinya terdiri dari bubur ketan hitam yang legit, bubur sumsum yang halus, tape singkong atau ketan yang memberikan sedikit rasa asam, cendol hijau yang kenyal, serta kuah santan dan gula merah cair yang menyatukan seluruh elemen menjadi kesatuan rasa yang harmonis.

Disajikan dingin, Dawet Suronatan bukan hanya menyegarkan, tetapi juga menghadirkan nostalgia bagi warga setempat. Dahulu, minuman ini hanya disajikan saat Lebaran atau hajatan. Namun, menurut penuturan Bu Rukiyem, penjual generasi kedua, kini Dawet Suronatan telah menjadi buruan harian penggemar kuliner tradisional.









Minuman ini tetap bertahan di pasar tradisional dan gerobak pinggir jalan, jauh dari kafe modern atau toko berkonsep kekinian.

Justru kesederhanaan tempat dan penyajiannya menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan keaslian budaya kuliner Madiun. Dawet Suronatan bukan sekadar minuman, tetapi simbol akar budaya yang terus hidup di tengah arus modernisasi.