Dinsos Jatim Pulangkan Lebih dari 8.000 Orang Terlantar Sejak 2019
Bacatrend, Surabaya – Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencatat telah memfasilitasi pemulangan 8.097 orang terlantar selama periode 2019 hingga Mei 2025. Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menyebut bahwa para penerima layanan ini berasal dari berbagai provinsi.
“Selama kurun waktu tersebut, lima daerah dengan jumlah terbanyak yang menjadi tujuan pemulangan antara lain Jawa Barat sebanyak 1.715 orang, Jawa Tengah 917 orang, Jawa Timur 612 orang, DKI Jakarta 518 orang, serta Nusa Tenggara Barat sebanyak 367 orang,” ungkap Novi saat ditemui di Surabaya.
Mereka diketahui sempat terlantar di wilayah Jawa Timur dan kemudian dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Tren pemulangan dari tahun ke tahun menunjukkan pola fluktuatif. Pada 2019, jumlah orang terlantar yang berhasil dipulangkan mencapai 1.262 jiwa. Angka ini sempat turun menjadi 1.036 pada 2022. Namun pada 2023, jumlahnya melonjak menjadi 1.645 orang dan kembali meningkat di 2024 mencapai 1.905 jiwa. Sedangkan hingga akhir Mei 2025, sebanyak 725 orang telah dipulangkan ke daerah asal.
Menurut Novi, penyebab utama ketelantaran adalah kehabisan bekal dalam perjalanan serta menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan.
Bagi mereka yang masuk kategori rentan, lanjut Novi, Dinsos Jatim memberikan pendampingan hingga mereka diterima oleh instansi sosial di wilayah asal atau oleh perangkat desa setempat.
Upaya pemulangan ini ditunjang oleh sistem layanan berbasis teknologi bernama Sistem Informasi Manajemen Pemulangan Orang Terlantar yang Terintegrasi dan Teredukasi (Simlontar Rek). Dengan dukungan sistem ini, proses pendataan, verifikasi, hingga pemulangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kami tak hanya memulangkan, tapi berupaya memulihkan harkat dan martabat mereka. Setiap orang terlantar adalah individu yang patut dirangkul dengan empati, sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam kehidupan warga,” tandas Novi.











Tinggalkan Balasan