Bacatrend, Blitar — Es Pleret merupakan salah satu minuman tradisional khas Blitar yang telah menjadi bagian dari warisan kuliner Jawa Timur sejak puluhan tahun lalu. Minuman ini dikenal dengan cita rasa manis, gurih, dan segar, serta tekstur kenyal dari bola-bola tepung beras yang menjadi ciri khasnya.

Sejarah dan Makna Budaya
Nama “pleret” merujuk pada bola-bola kecil yang terbuat dari adonan tepung beras dan tepung kanji. Menurut sumber lokal, es pleret awalnya dibuat sebagai sajian penyegar di siang hari yang panas, terutama saat musim kemarau.

Resepnya diturunkan secara turun-temurun dalam keluarga di Blitar, dan menjadi simbol kreativitas masyarakat desa dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian istimewa.

Es Pleret juga memiliki kemiripan dengan klepon, namun disajikan dalam bentuk minuman dingin.









Bola-bola pleret biasanya diisi dengan gula merah cair, lalu disajikan dalam kuah santan manis dan diberi tambahan es batu.

Resep dan Cara Membuat Es Pleret
Bahan Pleret:

250 gram tepung beras

50 gram tepung kanji

Air secukupnya

Gula merah cair untuk isian

Bahan Kuah:

500 ml santan kental

150 gram gula merah, disisir

1 lembar daun pandan

Sejumput garam

Langkah-langkah:

Campur tepung beras dan tepung kanji, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung.

Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil, beri isian gula merah cair di tengahnya, lalu tutup rapat.

Rebus bola-bola pleret dalam air mendidih hingga mengapung, lalu tiriskan.

Untuk kuah, rebus santan bersama gula merah, daun pandan, dan garam hingga mendidih. Dinginkan.

Sajikan bola-bola pleret dalam mangkuk, tuang kuah santan, tambahkan es batu.

Es Pleret kini tidak hanya dijual di pasar tradisional Blitar, tetapi juga mulai dikenalkan dalam festival kuliner dan promosi wisata daerah.

Upaya pelestarian dilakukan oleh komunitas kuliner lokal dan pemerintah daerah agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai minuman tradisional ini.