Bacatrend, Surabaya – Selasa siang (10/6), suasana di Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya, berubah menjadi mencekam ketika si Coki, nama seekor buaya muara sepanjang dua meter, dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Hewan reptil yang telah lama dipelihara oleh seorang warga ini sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Evakuasi yang berlangsung sekitar 30 menit itu tidak berjalan mudah. Lima petugas BPBD diterjunkan untuk menaklukkan buaya yang diketahui bernama Coki.

Dengan tenaga dan perhitungan matang, mereka akhirnya berhasil mengamankan hewan liar tersebut menggunakan tali tambang dan karung goni.









“Evakuasi cukup sulit karena buaya sempat melawan,” ungkap Krisna, petugas BPBD Kota Surabaya. “Kami hanya menggunakan alat seadanya, untungnya tidak ada korban dalam proses ini.”

Ketegangan juga dirasakan oleh warga sekitar yang sudah lama mengkhawatirkan keberadaan Coki di lingkungan mereka. Tak sedikit yang merasa lega setelah buaya tersebut akhirnya dievakuasi.

“Saya khawatir kalau buaya itu lepas dan membahayakan warga,” tutur Yanti, tetangga pemilik buaya. “Sekarang rasanya lebih aman setelah dievakuasi.”

Buaya Coki, yang telah hidup bersama pemiliknya Zainudin selama enam tahun, kini dibawa ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.

Meski kehilangan hewan peliharaannya, Zainudin mengaku bersyukur karena Coki tetap dalam kondisi sehat.

“Saya berharap Coki bisa segera dilepasliarkan ke habitat aslinya,” ujar Zainudin.

“Sudah enam tahun saya pelihara, tapi saya ingin dia kembali ke alam bebas,” tegasnya.