Bacatrend, Jakarta – Banyuwangi tak hanya melahirkan suara emas, tapi juga kisah yang menggetarkan hati. Farel Prayoga, penyanyi cilik yang sempat mengguncang Istana Negara dengan lagu “Ojo Dibandingke”, kini beranjak remaja dan membawa cerita yang jauh dari gemerlap panggung.

Dalam obrolan penuh kejujuran bersama Denny Sumargo, Farel mengungkap fakta mengejutkan: uang hasil kerja kerasnya sebagai penyanyi telah habis dipakai oleh keluarganya sendiri—tanpa sepengetahuan, apalagi persetujuannya.

Farel bercerita dengan nada tenang, tapi sorot matanya tak bisa menyembunyikan luka. Ia sempat merasa bersalah ketika dituduh boros, padahal saldo ATM-nya tinggal Rp56.000. “Aku minta maaf, padahal aku nggak tahu apa-apa,” ucapnya lirih.

Belakangan, ia baru tahu bahwa uangnya dipakai untuk membeli kuda dan tanah—investasi yang katanya untuk masa depan Farel, tapi dilakukan tanpa diskusi.









Yang membuat kisah ini makin pilu adalah pengakuan Farel bahwa ia tumbuh dengan minim kasih sayang. “Karena aku kurang kasih sayang dari orang tua, jadi kalau ada orang baik sama aku, ya aku percaya,” katanya. Kalimat itu bukan sekadar curahan hati, tapi potret anak yang tumbuh di tengah sorotan publik, namun kehilangan ruang aman di rumah sendiri.

Kini, Farel tinggal di Jakarta, bersekolah dengan bantuan manajernya, dan perlahan membangun kembali kepercayaan pada dunia. Ia tak lagi sekadar penyanyi cilik yang viral, tapi simbol dari anak-anak pekerja seni yang butuh perlindungan lebih dari sekadar tepuk tangan.

Kisah Farel bukan hanya tentang kehilangan uang, tapi tentang kehilangan kendali atas hidupnya sendiri. Dan di balik suara merdu yang pernah membuat Presiden tersenyum, ada seorang anak yang sedang belajar menyembuhkan luka yang tak terlihat.