Gaya Hidup Mewah Pejabat Indonesia Disorot, Akun ini Bongkar Barang Branded Elite Politik
Bacatrend, Jakarta — Fenomena gaya hidup mewah pejabat kembali menjadi sorotan publik setelah akun Instagram @cabinetcouture_idn mendadak viral. Akun ini mengunggah potret kemewahan sejumlah pejabat dan keluarga elite politik Indonesia, lengkap dengan analisis harga barang-barang branded yang mereka kenakan.
Akun tersebut pertama kali muncul di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (15/9) dan langsung menyedot perhatian netizen. Dalam waktu kurang dari sepekan, akun ini telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu pengikut dan menjadi bahan diskusi hangat di berbagai kanal media sosial.
Konten yang diunggah mencakup foto-foto pejabat dan keluarga mereka dalam berbagai kesempatan, disertai identifikasi merek fashion kelas dunia seperti Chanel, Hermes, dan Rolex. Beberapa tokoh yang disorot antara lain:
Widiyanti Putri Wardhana (Menparekraf) mengenakan Chanel Haute Couture dan kacamata Bottega Veneta, diperkirakan senilai Rp600 juta.
Novita Wijayanti (Komisi V DPR RI) terlihat membawa tas Hermes Birkin seharga Rp622 juta.
Adies Kadir (eks Wakil Ketua DPR RI) mengenakan jam tangan Rolex Sky-Dweller Oyster Yellow Gold senilai Rp800 juta.
Erina Gudono (Istri Kaesang Pangarep) tampil dengan gaun pesta, kalung berlian, dan jam tangan Rolex yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Iriana Joko Widodo (Ibu Negara) disebut mengenakan perhiasan berlian asal Dubai dengan total nilai mencapai Rp3 miliar.
Kemunculan akun ini memicu perdebatan publik mengenai etika dan sensitivitas sosial pejabat negara. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, gaya hidup hedon para pejabat dinilai menciptakan jurang sosial yang semakin lebar. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa sekitar 68,2% warga Indonesia hidup dengan pengeluaran di bawah Rp49.000 per hari.
Psikolog Yasinta Indrianti menilai bahwa dorongan untuk tampil dan “dilihat” merupakan bagian dari sifat manusia, namun menekankan pentingnya empati sosial dan kesadaran akan konteks publik. “Pejabat negara seharusnya menjadi teladan, bukan sekadar ikon gaya,” ujarnya.
Akun @cabinetcouture_idn sendiri diduga terinspirasi dari tren serupa di India dan Nepal, di mana warganet membongkar gaya hidup elite politik sebagai bentuk kritik sosial. Di Indonesia, akun ini berfungsi sebagai “cermin digital” yang memaksa publik dan pejabat untuk berefleksi: apakah kemewahan di ruang publik masih pantas ketika mayoritas rakyat hidup pas-pasan?











Tinggalkan Balasan