Bacatrend, Lampung – Di tengah ragam kuliner Nusantara, Lampung menyimpan satu sajian yang mampu membuat siapa pun jatuh hati: Gulai Taboh.

Hidangan berkuah santan kental ini memadukan ikan segar dari laut Lampung dengan kacang-kacangan dan sayuran, menghasilkan rasa gurih pedas yang kaya rempah.

Kadang ditambahkan tempoyak, fermentasi durian khas Lampung, yang memberi sentuhan asam unik dan membuat gulai ini semakin istimewa.

Lebih dari sekadar makanan, gulai taboh adalah simbol kebersamaan. Nama “taboh” sendiri berarti menumbuk, merujuk pada cara tradisional mengolah bumbu. Gulai ini kerap hadir dalam acara adat dan jamuan keluarga, menjadi pengikat rasa sekaligus identitas kuliner masyarakat Lampung.









Keistimewaannya kini diakui dunia. UNESCO menetapkan gulai taboh sebagai warisan kuliner, menegaskan bahwa setiap sendok gulai bukan hanya menghadirkan kelezatan, tetapi juga nilai budaya yang patut dijaga. Disantap hangat bersama nasi putih dan sambal tempoyak, gulai taboh menjelma jadi pengalaman kuliner yang membuat lidah rindu untuk kembali.

Bahan-Bahan Gulai Taboh
500 gr ikan tuna/tongkol, potong-potong

8 siung bawang merah

4 siung bawang putih

3 butir kemiri

1 ruas kunyit

10 buah cabai rawit (sesuai selera)

5 buah belimbing wuluh (pengganti asam)

500 ml santan kental

Garam dan gula secukupnya

Daun singkong atau kacang panjang (opsional)

Minyak untuk menumis

Cara Memasak Gulai Taboh
Haluskan bumbu: bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, dan cabai rawit.

Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum dan matang.

Masukkan ikan, aduk perlahan agar tidak hancur.

Tuang santan, masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah.

Tambahkan belimbing wuluh dan sayuran jika digunakan.

Bumbui dengan garam dan gula, koreksi rasa.

Masak hingga ikan matang dan kuah mengental.

Sajikan hangat dengan nasi putih dan sambal tempoyak jika tersedia.