Bacatrend, HALMAHERA UTARA — Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan gunung api aktif di Pulau Halmahera itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. Kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke sektor utara.

Aktivitas erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi sekitar 962 detik. Petugas menyebut kondisi tersebut menunjukkan aktivitas magma dan tekanan gas vulkanik di dalam gunung masih cukup tinggi.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.









PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat erupsi.

Selain potensi lontaran material pijar, warga juga diminta mewaspadai hujan abu vulkanik dan kemungkinan banjir lahar hujan di aliran sungai yang berhulu dari kawasan gunung.

Erupsi Gunung Dukono dilaporkan menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah sekitar Kecamatan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi dampak gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Petugas pemantau gunung api terus melakukan pengawasan intensif terhadap aktivitas vulkanik gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.