Bacatrend, Surabaya – Harga emas batangan Antam mengalami koreksi tajam di penghujung Januari 2026. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari, harga emas Antam turun drastis menjadi Rp2.860.000 per gram pada 31 Januari. Penurunan ini tercatat sebesar Rp308.000 hanya dalam dua hari, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Penurunan harga juga terjadi pada emas batangan merek UBS dan Galeri24 yang dijual melalui Pegadaian. UBS yang sempat menyentuh Rp3.275.000 per gram kini berada di level Rp3.186.000, sementara Galeri24 turun dari Rp3.260.000 menjadi Rp3.171.000 per gram.

Koreksi tajam ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya aksi profit taking setelah reli harga sepanjang Januari, tekanan dari pelemahan harga emas dunia, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga emas global sendiri sempat menyentuh US$5.073 per troy ounce sebelum terkoreksi.

Menurut pengamat pasar, lonjakan harga emas yang terlalu cepat dalam waktu singkat memicu kekhawatiran akan terbentuknya bubble jangka pendek. Investor yang telah meraih keuntungan memilih melepas kepemilikan emas, menyebabkan tekanan jual yang signifikan.









Meski demikian, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang kuat dalam jangka panjang. Ketidakpastian ekonomi global, potensi inflasi, dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas di masa mendatang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emas tengah berada dalam fase konsolidasi setelah reli agresif. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan harga dan mempertimbangkan strategi jangka panjang dalam berinvestasi emas.