Harga Pangan Nasional Naik, Cabai dan Bawang Jadi Pemicu
Bacatrend, Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia menunjukkan tren kenaikan moderat pada Selasa (14/4/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, beberapa bahan pokok seperti cabai dan bawang menjadi penyumbang utama kenaikan harga di tingkat pedagang eceran nasional.
Cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp78.600 per kilogram, diikuti cabai merah besar Rp45.650 per kg, cabai merah keriting Rp45.150 per kg, dan cabai rawit hijau Rp52.150 per kg. Kenaikan harga cabai ini diperkirakan akibat pasokan yang menurun dari sentra produksi di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan karena faktor cuaca.
Selain cabai, harga bawang merah juga naik menjadi Rp46.900 per kg, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp40.100 per kg. Sementara itu, harga beras di berbagai kualitas relatif stabil namun tetap tinggi. Beras kualitas bawah I dan II dijual di harga Rp14.550 per kg, beras medium I Rp16.050 per kg, medium II Rp15.900 per kg, serta beras super I dan II masing-masing Rp17.300 dan Rp16.850 per kg.
Untuk komoditas protein hewani, telur ayam ras berada di harga Rp32.450 per kg, daging ayam ras segar Rp40.900 per kg, dan daging sapi kualitas I mencapai Rp147.800 per kg. Harga gula pasir premium tercatat Rp20.200 per kg, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp20.150 per liter dan kemasan bermerek I Rp23.350 per liter.
Menurut analisis sejumlah media ekonomi nasional, kenaikan harga pangan ini masih tergolong wajar menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, ketika permintaan masyarakat meningkat. Pemerintah bersama Bank Indonesia melalui PIHPS terus memantau pergerakan harga dan distribusi untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar.
Secara keseluruhan, tren harga pangan nasional menunjukkan kenaikan moderat dengan tekanan terbesar pada komoditas cabai dan bawang, sementara bahan pokok lain seperti beras, telur, dan minyak goreng relatif stabil. Pemerintah diharapkan memperkuat koordinasi antar daerah agar distribusi pangan tetap lancar dan harga tidak melonjak menjelang hari raya.












Tinggalkan Balasan