Ikhtiar Kembali ke Khittah 60, Alumni PMII Serukan Persatuan dari Surabaya
Bacatrend, Surabaya — Ratusan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai generasi berkumpul dalam acara halal bihalal yang digelar di Aula Yayasan Khadijah Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan sekaligus mengingatkan pentingnya kembali ke nilai-nilai dasar organisasi.
Mengusung tajuk Sahabat Mengundang Sahabat II dengan tema “Sambung Roso, Sambung Doa; Kembali ke Akar, Menguatkan Langkah Pergerakan”, acara berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Lokasi kegiatan yang merupakan salah satu tempat bersejarah kelahiran PMII memberi makna simbolis tersendiri bagi para alumni yang hadir.
Sejumlah tokoh lintas sektor turut meramaikan kegiatan ini, mulai dari ulama, akademisi, hingga politisi. Di antaranya RKH Mujahid Ansori, Ketua Yayasan Khadijah Abdullah Sani, serta Prof. Dr. Suis Qoim Abdullah. Hadir pula sejumlah alumni lain seperti Prof. Dr. Muhibbin Zuhri, Prof. Rubaidi, Prof. Abd Chaliq, anggota DPD RI AA Ahmad Nawardi, dan anggota DPR RI Slamet Ariyadi, serta sejumlah anggota DPRD dan komisioner KPU.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipersembahkan untuk para pendiri dan tokoh PMII yang telah wafat. Setelah itu, rangkaian sambutan dan refleksi dari para senior mengulas perjalanan PMII dari masa ke masa, sekaligus tantangan yang dihadapi ke depan.
Dalam forum tersebut, menguat satu pesan utama: pentingnya menjaga soliditas alumni PMII di tengah beragam peran dan latar belakang. Para peserta sepakat bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperluas kontribusi di berbagai bidang.
Komitmen itu kemudian dirumuskan dalam “Ikrar Sahabat” sebagai simbol kesepahaman bersama untuk tetap berada dalam satu napas perjuangan.
Ketua panitia, Abdul Manab, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para senior yang dinilai menjadi energi tersendiri bagi para alumni dan kader muda. Ia menegaskan bahwa ikatan emosional di antara alumni PMII tetap kuat meski telah tersebar di berbagai profesi.
“Kehadiran para sesepuh menjadi penguat bagi kami semua. Ini menunjukkan bahwa hubungan antaralumni tidak pernah putus oleh waktu,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu alumni senior menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa jejaring PMII tetap solid. Ia menyebut, suasana cair yang terbangun sepanjang acara mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan di antara para alumni.
“Ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang ‘sambung roso’ agar langkah kita di berbagai lini tetap seirama,” katanya.
Melalui pertemuan ini, para alumni berharap semangat “Tangan Terkepal dan Maju ke Muka” tetap menjadi pengikat utama, sekaligus fondasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.












Tinggalkan Balasan