Bacatrend, Jakarta — Pemerintah Indonesia resmi membeli rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, khususnya di sektor maritim. Kesepakatan ini menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang mengakuisisi sistem rudal hasil kolaborasi India dan Rusia tersebut.

Rudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai Mach 2.8 hingga Mach 3 atau sekitar 3.700 km/jam. Jangkauan versi ekspor yang dibeli Indonesia diperkirakan mencapai 290 hingga 400 kilometer, dan dapat diluncurkan dari kapal perang, pesawat tempur, maupun platform darat.

Nilai kontrak pembelian rudal ini diperkirakan mencapai USD 375 juta atau sekitar Rp5,9 triliun. BrahMos Aerospace, perusahaan patungan antara India’s DRDO dan Rusia’s NPO Mashinostroyenia, akan mulai mengirimkan unit rudal ke Indonesia pada akhir 2026. Pelatihan teknis untuk personel TNI AL juga akan dilakukan di India.

Langkah ini dinilai strategis oleh sejumlah analis pertahanan karena memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman di kawasan perairan strategis seperti Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan perbatasan maritim lainnya. Analis Asia Times menyebut, “Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam membangun sistem pertahanan maritim yang modern dan berdaya gentar tinggi.”









Sebelumnya, BrahMos telah diekspor ke Filipina dan diminati oleh Vietnam serta Thailand. Dengan pembelian ini, Indonesia memperkuat posisinya sebagai mitra strategis India di kawasan Indo-Pasifik dan membuka peluang kerja sama industri pertahanan yang lebih luas di masa depan.