Bacatrend, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang berhasil menyerap 1.200 tenaga kerja ber-KTP Surabaya melalui kegiatan Job Fair dalam rangkaian Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Grand City Convention Hall.

Eri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota, khususnya dalam menggerakkan roda ekonomi dan menekan angka pengangguran, tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah. Ia menyebut peran sektor swasta sangat penting dalam membuka lapangan kerja.

“Surabaya bisa hebat karena para pelaku usahanya adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka bersama pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi,” ujar Eri.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam perputaran ekonomi Surabaya. Awarding diberikan dalam tujuh kategori kepada 21 perusahaan.









Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, melaporkan antusiasme warga sangat tinggi. Dari sekitar 3.000 pendaftar, sebanyak 1.920 peserta lolos untuk mengikuti tahap walk-in interview dan psikotes.

“Kami berharap 1.000 lebih pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai kemampuan mereka masing-masing,” kata Hebi.

Selain perekrutan tenaga kerja, Pemkot Surabaya menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM. Disperinaker bersama Kadin akan menyusun Rencana Strategis mulai 13 April mendatang, mencakup pelatihan vokasi dan pendampingan ekspor bagi UMKM.

“Ke depan kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak, terutama Kadin, untuk menuntaskan masalah pengangguran di Kota Surabaya,” tambah Hebi.

Festival ini disupport oleh Performa Event Expertindo. CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi, peluang, dan solusi nyata bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.

“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif,” pungkasnya.