Bacatrend, Yogyakarta – Musisi sekaligus aktivis Johnsony Maharsak Lumban Tobing, atau lebih dikenal sebagai John Tobing, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

John Tobing sempat menjalani perawatan intensif sejak subuh hari yang sama. Sejak Desember 2025, ia harus dirawat panjang akibat stroke. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh sahabatnya, Joko Utomo. “Meninggal di RSA UGM. Masuk ke RSA subuh tadi. Meninggal pukul 20.45 WIB di RSA UGM,” ujarnya kepada wartawan.

Nama John Tobing dikenal luas sebagai pencipta lagu “Darah Juang”, yang menjadi simbol perjuangan mahasiswa pada era Reformasi 1998. Lagu tersebut hingga kini masih sering dinyanyikan dalam berbagai aksi demonstrasi dan dianggap sebagai salah satu karya musik paling berpengaruh dalam sejarah gerakan sosial Indonesia.

Jenazah John Tobing rencananya akan disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta sebelum dimakamkan di Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (28/2/2026).









Kepergian John Tobing meninggalkan duka mendalam bagi kalangan aktivis dan pecinta musik. Ia dikenang bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok yang menghidupkan semangat perjuangan melalui karya-karyanya.