Bacatrend, Banyuwangi – Gambar bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya berhasil terekam oleh kamera bawah laut milik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Jawa Timur, Minggu (13/7) pukul 03.33 WIB. Temuan visual ini memperkuat dugaan lokasi tenggelamnya kapal dan menjadi dasar perpanjangan masa pencarian korban oleh tim SAR gabungan.

“Kami mendapat gambaran utuh dari kamera bawah laut Ditpolair, memperjelas posisi bangkai kapal yang sebelumnya sudah tertangkap kamera milik TNI AL,” ungkap Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, yang bertindak sebagai SMC (SAR Mission Coordinator).

Dengan bukti visual tersebut, operasi SAR resmi diperpanjang selama tujuh hari ke depan, mengandalkan kekuatan wilayah dari berbagai instansi. Tim yang dikerahkan meliputi Basarnas Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, TNI AL Lanal Banyuwangi, Polres Banyuwangi, BMKG, tim DVI, serta unsur SAR gabungan lainnya. Operasi ini tetap berada di bawah kendali SMC.

Sebelumnya, dokumentasi visual juga dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggunakan ROV dari atas Kapal Masalembo. Namun, pada kedalaman 19,2 meter, ROV mengalami blackout akibat arus laut yang sangat deras.









Jumlah personel SAR kini disesuaikan dengan kebutuhan, dari sebelumnya 1.062 orang menjadi 582 orang. Sejumlah alutsista laut tetap melakukan penyisiran di Selat Bali, sementara helikopter milik Polri disiagakan.

Penyisiran melalui SRU Darat dan Laut difokuskan di sekitar pesisir Ketapang dan Gilimanuk. Hingga hari ke-13, total 48 korban berhasil ditemukan, dengan rincian 30 selamat dan 18 meninggal dunia.

“Dari 18 korban meninggal dunia tersebut, tiga masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” kata Eko.