Bacatrend, Prabumulih – Potongan video yang memperlihatkan tangis haru para siswa SMP Negeri 1 Prabumulih saat melepas Kepala Sekolah mereka, Roni Ardiansyah, menjadi viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @lets.talkdenjoy dan langsung menyedot perhatian publik. Dalam rekaman itu, puluhan siswa tampak menangis, memeluk, dan berebut bersalaman dengan Roni, yang terlihat emosional dan beberapa kali menyeka air mata. Momen tersebut terjadi menyusul pencopotan Roni dari jabatannya sebagai kepala sekolah, yang disebut-sebut dilakukan secara mendadak.

Roni Ardiansyah dikenal sebagai sosok yang dekat dengan siswa dan aktif di berbagai kegiatan sosial. Ia juga memiliki latar belakang sebagai pembawa acara publik dan cukup populer di media sosial. Sejak menjabat di SMPN 1 Prabumulih pada Agustus 2023, ia membangun hubungan yang hangat dengan siswa dan guru, menjadikan perpisahan ini terasa sangat emosional.

Di balik momen haru itu, beredar dugaan bahwa pencopotan Roni berkaitan dengan insiden di lapangan sekolah. Ia disebut menegur seorang siswa yang diduga anak pejabat daerah karena memarkir mobil di area latihan marching band. Satpam yang turut menegur juga dikabarkan diberhentikan. Dugaan ini memicu kritik dari masyarakat yang menilai pencopotan sebagai bentuk intervensi kekuasaan terhadap dunia pendidikan.









Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih, A. Darmadi, membantah bahwa pencopotan Roni berkaitan dengan teguran terhadap anak pejabat. Ia menyebut mutasi jabatan kepala sekolah sebagai hal biasa dalam rangka penyegaran organisasi. “Dalam rangka penyegaran organisasi,” katanya.

Namun, sumber lain menyebut bahwa pencopotan juga berkaitan dengan kasus lain di lingkungan sekolah yang belum dijelaskan secara terbuka.

Unggahan video perpisahan dibanjiri komentar dari orang tua murid dan masyarakat umum. Banyak yang menyayangkan keputusan pencopotan yang dinilai tidak transparan dan mengabaikan ikatan emosional antara kepala sekolah dan siswa. Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Bahkan, kolom komentar di akun Instagram pribadinya ditutup setelah unggahan terakhir membahas audiensi warga terkait banjir, bukan soal pencopotan kepala sekolah.

Roni Ardiansyah belum memberikan pernyataan terbuka, namun unggahan terakhirnya di media sosial menunjukkan rasa terima kasih kepada siswa dan guru. Di tengah simpati publik, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan struktur, tetapi juga soal relasi, kepercayaan, dan rasa hormat yang dibangun bersama.