Bacatrend, YAHUKIMO — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz menembak mati seorang tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Lipet Sobolim, yang dikenal pula dengan nama Cocor Sobolim atau Junior Bocor Sobolim, dalam operasi penegakan hukum di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Lipet Sobolim selama ini menjabat sebagai komandan batalyon Semut Merah, salah satu unit bersenjata di bawah Kodap Yahukimo OPM. Ia diduga terlibat dalam penyerangan terhadap dua warga sipil, Bernior Telena (36) dan Soleman Ilu (30), yang terjadi sehari sebelum operasi berlangsung.

Menurut keterangan resmi dari Satgas Damai Cartenz, Lipet Sobolim sempat dibawa ke RSUD Dekai dalam kondisi kritis, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba di instalasi gawat darurat. Penindakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan eskalasi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan Papua.

Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, menyatakan bahwa Lipet merupakan salah satu pentolan OPM yang aktif dalam berbagai aksi penyerangan terhadap aparat dan warga sipil. “Penindakan ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai komando kelompok bersenjata di Yahukimo,” ujarnya.









Distrik Dekai selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan konflik separatis. Struktur Kodap Yahukimo yang mengadopsi format militer seperti batalyon dan komando lapangan menunjukkan bahwa OPM terus mengembangkan pola organisasi tempur yang terstruktur, meski bersifat non-negara.

Pihak kepolisian dan TNI masih melakukan pengamanan lanjutan di wilayah sekitar untuk mengantisipasi potensi serangan balasan dari jaringan OPM. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pendekatan dialog dan edukasi untuk mencegah rekrutmen baru ke dalam kelompok bersenjata.