Bacatrend, Papua — Kontak tembak terjadi antara personel TNI dan kelompok bersenjata yang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Kamis (25/9). Serangan tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur dan dua lainnya mengalami luka tembak.

Insiden terjadi di Pos Kiwirok milik Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG Yonif 753/AVT di bawah Komando Operasi Swasembada. Serangan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap XV/Ngalum Kupel yang dipimpin oleh Lamek Taplo.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Freddy Ardianzah, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Satu gugur, satu kena tembak di pinggang, sudah operasi pengangkatan proyektil, dan satu luka ringan kena rekoset di pipi,” ujar Freddy dalam keterangan resmi.









Prajurit yang gugur diketahui bernama Pratu Haris Umaternate. Ia sempat dievakuasi ke RS Marthen Indey, Jayapura, namun dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Dua prajurit lainnya telah mendapat penanganan medis dan dalam kondisi stabil.

Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter MI-17 dari Lanud Silas Papare. Seluruh personel di Pos Kiwirok kini berada dalam status Siaga 1. Warga sipil di sekitar lokasi dilaporkan mengungsi ke Koramil Oksibil untuk menghindari potensi konflik lanjutan.

Distrik Kiwirok merupakan wilayah perbatasan yang dikenal rawan konflik bersenjata. Medan geografis yang ekstrem dan akses komunikasi yang terbatas menjadikan daerah ini strategis bagi kelompok separatis. Kodap XV/Ngalum Kupel, yang aktif di wilayah Pegunungan Bintang, telah beberapa kali terlibat dalam serangan terhadap aparat keamanan dan fasilitas publik.

Sejak 2021, Kiwirok menjadi sorotan nasional akibat meningkatnya intensitas serangan, termasuk pembakaran fasilitas kesehatan dan sekolah oleh kelompok bersenjata.