Bacatrend, Surabaya – Proses evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 terus berlangsung hingga Minggu (2/8) malam. Di tengah upaya pencarian, muncul persoalan baru yang menjadi sorotan. Jumlah korban yang telah ditemukan diduga telah melampaui data manifes penumpang, memunculkan dugaan adanya penumpang yang tidak tercatat dalam daftar resmi kapal.

Kondisi tersebut membuat keluarga penumpang semakin diliputi ketidakpastian. Mereka memadati ruang kedatangan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga yang berada di atas kapal yang terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.

Sejumlah keluarga mengaku kesulitan memperoleh kepastian karena nama kerabat mereka disebut tidak tercantum dalam data manifes yang beredar.

Akibatnya, proses pencocokan identitas korban maupun penelusuran keberadaan penumpang menjadi lebih rumit.
Devi, warga Gresik, mengatakan dirinya langsung menuju Pelabuhan Tanjung Perak setelah mengetahui kabar kebakaran dari siaran langsung di media sosial TikTok. Suaminya, Deni Vristiawan (39), berada di atas kapal bersama lima rekannya saat insiden terjadi.









“Saya baru tahu dari live TikTok. Sampai sekarang masih menunggu kabar suami,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Salah satu pegawainya yang bertugas mengawal pengiriman kuda dan kambing hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Empat orang sudah ditemukan selamat, tetapi satu orang masih belum ada kabar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., menyampaikan hingga pembaruan terakhir sebanyak 236 korban telah dievakuasi, terdiri dari 231 orang selamat dan lima korban meninggal dunia.

Data tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Kantor SAR Surabaya menyebut jumlah orang di atas kapal (person on board/POB) diperkirakan sekitar 250 orang. Di sisi lain, muncul informasi adanya penumpang yang diduga tidak tercatat dalam manifes sehingga jumlah korban yang berhasil ditemukan dikhawatirkan tidak sepenuhnya mencerminkan data resmi penumpang.

Evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 korban selamat dan dua korban meninggal. TB Hasnur 26 membawa 65 korban selamat serta satu korban meninggal. Meratus Project 3 mengevakuasi 13 korban selamat dan satu korban meninggal.

Selain itu, Transco Arafura menyelamatkan 17 orang yang kemudian dipindahkan ke KM Ferindo 1 menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Prakarsa Mas mengevakuasi enam korban selamat sebelum dipindahkan ke Selaras Mas. SC Aila XVII menyelamatkan sembilan orang yang selanjutnya dipindahkan ke KN SAR Permadi menuju Kalianget, Sumenep. Selaras Mas membawa 13 korban selamat menuju Surabaya, British Mentor mengevakuasi dua orang, sedangkan seorang korban lainnya diselamatkan nelayan Ambunten.

Di Pelabuhan Tanjung Perak, petugas telah menyiagakan lima mobil jenazah untuk mengantisipasi kedatangan korban meninggal. Korban yang membutuhkan perawatan medis juga telah dipersiapkan untuk dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
Operasi pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR bersama instansi terkait juga melakukan pencocokan identitas korban dengan data manifes sambil menelusuri kemungkinan adanya penumpang yang belum terdata secara resmi.

Sebelumnya, laporan kebakaran diterima Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak. Selang satu menit, PT Atosim Lampung Pelayaran mengonfirmasi bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar dengan jumlah orang di atas kapal diperkirakan sekitar 250 orang.
Informasi dari nahkoda menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Setelah laporan disampaikan, komunikasi dengan kapal terputus.

Koordinasi dengan Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB menunjukkan kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dalam kondisi hampir seluruh bagiannya terbakar. Para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal sambil menunggu pertolongan. Karena membawa muatan yang mudah terbakar, Meratus Project 3 tidak dapat merapat sehingga evakuasi dilakukan menggunakan TB Hasnur 26.

Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 serta British Mentor. Hingga Minggu malam, proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih terus berlangsung.