Bacatrend, Wonosobo — Seorang anggota TNI aktif dari Kodim 0707/Wonosobo, Serda Rahman Setiawan, tewas setelah mengalami luka bacok serius saat berusaha melerai keributan di sebuah kafe di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Minggu (14/9).

Korban yang bertugas di Koramil 05/Kejajar sempat dilarikan ke RS PKU Wonosobo, namun nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WIB akibat luka parah di bagian tubuhnya.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo menjelaskan bahwa insiden bermula saat Serda Rahman singgah di kafe Resto Shaka untuk makan malam. Di lokasi, ia mendapati seorang pengunjung berinisial I terlibat cekcok dengan pegawai kafe. Berniat melerai, korban mengarahkan pelaku ke area parkir. Namun tak lama kemudian, pelaku kembali dengan membawa senjata tajam dan langsung menyerang korban.

“Korban mengalami luka bacok cukup parah dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun tidak tertolong,” ujar Kolonel Andy dalam keterangannya.









Jenazah Serda Rahman telah dimakamkan dengan upacara militer di TPU Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, tempat asalnya. Ia dikenal sebagai prajurit yang aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyatakan bahwa pihaknya bersama Polisi Militer tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas lengkap pelaku. “Kami sedang mendalami kasus ini dan memastikan pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Pasca kejadian, warga sempat mendatangi lokasi kafe dan melakukan aksi protes, menuntut keadilan atas kematian prajurit yang gugur saat menjalankan tugas sosial.