Bacatrend, Jakarta – Selama ini kulit semangka bagian putih—yang terletak di antara daging merah dan kulit hijau luar—sering kali dianggap limbah dapur. Namun, temuan terbaru dari sejumlah ahli gizi dan praktisi kesehatan menunjukkan bahwa bagian ini menyimpan potensi besar sebagai sumber nutrisi alami yang mendukung berbagai fungsi tubuh.

Menurut penelusuran redaksi, kulit semangka bagian putih mengandung senyawa L-citrulline, vitamin C dan B6, serta serat yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, pencernaan, dan metabolisme. L-citrulline, misalnya, dikenal sebagai asam amino yang membantu melancarkan aliran darah dan meningkatkan stamina tubuh.

“Efek vasodilator dari citrulline mirip dengan obat disfungsi ereksi ringan, tapi berasal dari sumber alami,” ujar dr. Rina Wulandari, ahli nutrisi klinis dari Surabaya. Ia menambahkan bahwa konsumsi kulit semangka secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan performa olahraga.

Tak hanya itu, kandungan serat dalam kulit semangka juga berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Efek diuretik alaminya bahkan disebut-sebut mampu mendukung fungsi ginjal dan saluran kemih.









Meski rasanya tidak semanis daging buahnya, kulit semangka bagian putih bisa diolah menjadi berbagai hidangan sehat. Beberapa komunitas pangan lokal telah mempopulerkan resep seperti smoothie kulit semangka, acar, hingga tumisan ringan yang dipadukan dengan bumbu tradisional.

Pakar pangan fungsional, Dwi Hartanto, menyebut bahwa pemanfaatan kulit semangka adalah contoh konkret dari prinsip zero waste dalam konsumsi pangan. “Ini bukan sekadar soal nutrisi, tapi juga soal etika konsumsi dan pelestarian sumber daya,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan berkelanjutan, kulit semangka bagian putih kini mulai dilirik sebagai alternatif bahan pangan yang murah, mudah diakses, dan kaya manfaat.